5 Feb 2026 - Dosen Jurusan Bahasa Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) menjalankan peran strategis sebagai interpreter (penerjemah langsung) pada dua forum internasional yang membahas perubahan iklim di Bengkalis, Riau. Hal ini dikonfirmasi oleh pihak Polbeng dalam keterangan resminya.
Pada awal Februari ini, Kabupaten Bengkalis menjadi tuan rumah diskusi strategis internasional mengenai rehabilitasi dan perlindungan ekosistem mangrove yang menghadapi ancaman perubahan iklim. Forum yang digelar oleh Global Mangrove Alliance (GMA) Indonesia Chapter bersama Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Teluk Pambang ini berlangsung selama tiga hari dan melibatkan peserta dari empat negara, termasuk Amerika Serikat, Belanda, Filipina, dan Spanyol. Sebagai bagian dari inisiatif global "Mangrove Breakthrough", pertemuan ini membahas skema kemitraan dan mekanisme pendanaan untuk pengelolaan mangrove berkelanjutan, mendukung dokumen strategis "Country Proposition Indonesia".
Dosen Jurusan Bahasa Polbeng ditugaskan untuk memastikan kelancaran komunikasi dalam sesi-sesi forum tersebut, termasuk selama kunjungan lapangan ke lokasi rehabilitasi mangrove. Peran serupa juga telah dijalankan oleh dosen yang sama pada Oktober 2023, ketika mereka mendampingi tim Mangrove Action Project (MAP), sebuah Lembaga non-profit berbasis di Seattle, Amerika Serikat, yang memberikan workshop tentang metode restorasi ekologi mangrove berbasis masyarakat (Community-Based Ecological Mangrove Restoration/CBEMR) di Bengkalis. Saat itu, tiga interpreter dari Polbeng—Halim Dwi Putra, M.AB, Arita Destianingsih, M.Pd, dan Agnes Arum Budiana, M.Pd—mendampingi narasumber internasional dari awal hingga akhir kegiatan.
Pengalaman dosen Polbeng dalam forum internasional tidak terbatas pada isu lingkungan. Pada Juni 2025, dosen Jurusan Teknik Informatika Polbeng, Elvi Rahmi, mewakili Indonesia dalam forum pendidikan digital di Seoul, Korea Selatan, yang membahas transformasi digital dalam pembelajaran dan inovasi. Keikutsertaan ini mendapat apresiasi dari pimpinan kampus yang menilai hal tersebut membawa nama Polbeng ke panggung global.
Keterlibatan dosen-dosen Polbeng sebagai interpreter dalam forum iklim internasional menunjukkan kontribusi institusi vokasi tidak hanya pada aspek teknis, tetapi juga pada aspek pendukung logistik dan komunikasi global. Peran ini memfasilitasi transfer pengetahuan dan kolaborasi internasional langsung di tingkat akar rumput, khususnya di wilayah kepulauan seperti Bengkalis.
Dosen Polbeng Bertugas sebagai Interpreter di Dua Forum Iklim Internasional
Arumi Nasha Razeta
05 February 2026 18:26 WIB
Tentang Penulis
Arumi Nasha Razeta
Administrator di Berita Trending
Kata Kunci
polbeng
dosen
mangrove
di
forum
internasional
bengkalis