Olahraga 2 menit baca 50 dilihat

Panduan Melakukan Pemanasan Yang Benar Untuk Mencegah Cedera Saat Berolahraga

Arumi Nasha Razeta
17 January 2026 00:01 WIB

Cedera saat berolahraga sering terjadi akibat kurangnya pemanasan yang tepat. Padahal, pemanasan berfungsi mempersiapkan otot, sendi, dan sistem peredaran darah agar lebih siap menghadapi aktivitas fisik. Dengan pemanasan yang benar, risiko cedera dapat berkurang sekaligus meningkatkan performa olahraga. Berikut panduan praktis yang dapat diterapkan sebelum memulai aktivitas fisik.

1. Mulai dengan peregangan dinamis
Peregangan dinamis melibatkan gerakan aktif yang meniru aktivitas olahraga, seperti mengayunkan tangan atau melakukan lunges ringan. Berbeda dengan peregangan statis, metode ini membantu meningkatkan aliran darah ke otot dan memperbaiki rentang gerak. Lakukan selama 5–10 menit untuk mempersiapkan tubuh.

2. Lakukan aktivitas kardiovaskular ringan
Pemanasan sebaiknya diawali dengan gerakan yang meningkatkan detak jantung secara bertahap. Jalan cepat, jogging ringan, atau lompat tali selama beberapa menit dapat membantu tubuh beradaptasi. Aktivitas ini membuat otot lebih elastis dan mengurangi risiko kram.

3. Fokus pada otot yang akan digunakan
Jika olahraga yang dilakukan melibatkan kaki, seperti berlari atau bersepeda, berikan perhatian lebih pada pemanasan otot paha dan betis. Untuk olahraga yang melibatkan tangan, seperti berenang atau bulu tangkis, lakukan gerakan rotasi bahu dan peregangan lengan. Pemanasan yang spesifik membantu otot bekerja lebih optimal.

4. Gunakan teknik mobilitas sendi
Gerakan sederhana seperti memutar pergelangan kaki, lutut, atau pinggul membantu melumasi sendi dengan cairan sinovial. Hal ini penting untuk mencegah kekakuan dan meningkatkan fleksibilitas. Mobilitas sendi sebaiknya dilakukan perlahan dengan kontrol penuh.

5. Tingkatkan intensitas secara bertahap
Pemanasan bukan sekadar peregangan, tetapi juga proses adaptasi tubuh. Mulailah dengan gerakan ringan, lalu tingkatkan intensitas mendekati aktivitas utama. Misalnya, sebelum berlari cepat, lakukan jogging dengan kecepatan sedang. Cara ini membuat transisi ke olahraga lebih aman.

6. Hindari peregangan statis terlalu lama sebelum olahraga
Peregangan statis yang ditahan lama sebaiknya dilakukan setelah olahraga, bukan sebelum. Jika dilakukan sebelum, otot justru bisa kehilangan kekuatan sementara. Oleh karena itu, fokuskan pemanasan pada gerakan dinamis dan mobilitas.

7. Sesuaikan durasi dengan jenis olahraga
Durasi pemanasan ideal berkisar 10–15 menit, namun dapat disesuaikan dengan intensitas olahraga. Aktivitas berat seperti sepak bola atau basket memerlukan pemanasan lebih lama dibandingkan olahraga ringan seperti jalan santai.

Pemanasan yang benar bukan hanya rutinitas, tetapi bagian penting dari olahraga itu sendiri. Dengan langkah-langkah di atas, tubuh lebih siap menghadapi aktivitas fisik, risiko cedera berkurang, dan performa olahraga dapat meningkat secara signifikan.

Tentang Penulis
Arumi Nasha Razeta

Administrator di Berita Trending

Kata Kunci
pemanasan olahraga aktivitas otot lebih peregangan gerakan
Bagikan Artikel