Olahraga lari merupakan salah satu aktivitas fisik yang paling mudah dilakukan dan banyak diminati masyarakat. Namun, tanpa teknik dasar yang benar, risiko cedera seperti nyeri lutut, pergelangan kaki terkilir, atau otot tegang dapat meningkat. Untuk itu, penting memahami langkah-langkah praktis agar lari tetap aman dan efektif.
1. Lakukan Pemanasan Sebelum Berlari
- Pemanasan membantu otot dan sendi lebih siap menghadapi beban aktivitas.
- Praktisnya, lakukan peregangan dinamis seperti leg swing atau jalan cepat selama 5–10 menit.
- Hindari langsung berlari dengan intensitas tinggi karena dapat memicu ketegangan otot.
2. Perhatikan Postur Tubuh
- Jaga posisi tubuh tetap tegak dengan bahu rileks dan pandangan ke depan.
- Ayunan tangan sebaiknya mengikuti ritme langkah, tidak terlalu tinggi atau terlalu lebar.
- Postur yang benar membantu distribusi beban merata dan mengurangi tekanan pada lutut serta punggung.
3. Atur Pola Langkah dan Kontak Kaki
- Usahakan kaki mendarat di bagian tengah telapak, bukan tumit penuh.
- Langkah terlalu panjang dapat meningkatkan risiko cedera, sehingga lebih baik menjaga ritme yang konsisten.
- Gunakan sepatu lari yang sesuai dengan bentuk kaki untuk mendukung pergerakan alami.
4. Kendalikan Kecepatan dan Intensitas
- Mulailah dengan kecepatan ringan, lalu tingkatkan secara bertahap sesuai kemampuan.
- Hindari perubahan intensitas mendadak, misalnya langsung sprint setelah jogging.
- Pengaturan ini membantu tubuh beradaptasi dan mengurangi risiko cedera otot.
5. Gunakan Permukaan Lari yang Tepat
- Pilih jalur lari dengan permukaan rata, seperti lintasan atletik atau jalan beraspal yang halus.
- Hindari permukaan berbatu atau terlalu keras karena dapat menambah tekanan pada sendi.
- Jika menggunakan treadmill, sesuaikan kecepatan dan kemiringan agar tetap aman.
6. Akhiri dengan Pendinginan
- Setelah berlari, lakukan pendinginan dengan jalan santai selama 5 menit.
- Tambahkan peregangan statis untuk otot betis, paha, dan pinggang.
- Pendinginan membantu mengurangi kekakuan otot dan mempercepat pemulihan tubuh.
7. Perhatikan Frekuensi dan Durasi
- Untuk pemula, cukup berlari 2–3 kali seminggu dengan durasi 20–30 menit.
- Tingkatkan frekuensi secara bertahap sesuai kondisi fisik.
- Konsistensi lebih penting daripada intensitas berlebihan yang berisiko menimbulkan cedera.
Dengan menerapkan teknik dasar lari yang benar, masyarakat dapat menikmati olahraga ini secara aman dan berkelanjutan. Langkah-langkah praktis di atas membantu mengurangi risiko cedera sekaligus menjaga kebugaran tubuh, sehingga lari tetap menjadi pilihan aktivitas fisik yang efektif dalam kehidupan sehari-hari.
Teknik Dasar Olahraga Lari Yang Benar Untuk Menghindari Risiko Cedera
Arumi Nasha Razeta
18 January 2026 20:18 WIB
Tentang Penulis
Arumi Nasha Razeta
Administrator di Berita Trending
Kata Kunci
lari
langkah
cedera
otot
risiko
dapat
membantu