Olahraga 2 menit baca 23 dilihat

Teknik Pemanasan Yang Benar Untuk Mencegah Cedera Saat Olahraga Lari

Arumi Nasha Razeta
16 January 2026 02:31 WIB

Olahraga lari menjadi salah satu pilihan aktivitas fisik yang digemari masyarakat karena mudah dilakukan dan bermanfaat bagi kesehatan. Namun, risiko cedera tetap ada jika tubuh tidak dipersiapkan dengan baik. Pemanasan yang benar sebelum berlari berfungsi meningkatkan sirkulasi darah, mengaktifkan otot, serta menyiapkan sendi untuk bergerak lebih optimal. Berikut teknik pemanasan yang dapat diterapkan secara praktis.

1. Peregangan Dinamis
Lakukan peregangan dengan gerakan aktif, bukan sekadar menahan posisi. Contohnya:
- Leg swings (mengayunkan kaki ke depan dan ke samping).
- Arm circles (memutar lengan).
Gerakan ini membantu meningkatkan fleksibilitas sekaligus mengaktifkan otot yang akan digunakan saat berlari.

2. Jalan Cepat atau Jogging Ringan
Mulailah dengan berjalan cepat atau jogging ringan selama 3–5 menit. Aktivitas ini meningkatkan detak jantung secara bertahap dan memanaskan otot kaki. Dengan cara ini, tubuh beradaptasi sebelum masuk ke intensitas lari yang lebih tinggi.

3. Latihan Mobilitas Sendi
Fokus pada sendi yang paling banyak bekerja saat berlari, seperti pergelangan kaki, lutut, dan pinggul. Gerakan rotasi pergelangan kaki atau squat ringan dapat membantu melumasi sendi dan mengurangi risiko cedera akibat pergerakan mendadak.

4. Dynamic Stretch untuk Otot Kaki
Gunakan gerakan seperti walking lunges atau high knees. Walking lunges melatih otot paha dan pinggul, sementara high knees meningkatkan koordinasi sekaligus mengaktifkan otot inti. Latihan ini menyiapkan otot kaki menghadapi beban berlari.

5. Aktivasi Otot Inti dan Panggul
Otot inti berperan penting menjaga stabilitas tubuh saat berlari. Lakukan gerakan seperti plank singkat atau glute bridge untuk mengaktifkan otot perut dan panggul. Aktivasi ini membantu menjaga postur tubuh tetap stabil sepanjang lari.

6. Skipping atau Bounding
Gerakan lompat ringan seperti skipping atau bounding dapat meningkatkan elastisitas otot dan tendon. Latihan ini juga melatih koordinasi serta mempersiapkan tubuh menghadapi gerakan eksplosif saat berlari lebih cepat.

7. Menyesuaikan Intensitas dengan Kondisi Tubuh
Durasi pemanasan ideal berkisar 10–15 menit, namun dapat disesuaikan dengan kondisi fisik. Jika berlari dalam cuaca dingin, pemanasan perlu lebih lama agar otot benar-benar siap. Sebaliknya, dalam cuaca panas, pemanasan bisa lebih singkat.

Dengan melakukan pemanasan yang benar, risiko cedera seperti kram, keseleo, atau nyeri otot dapat diminimalkan. Selain itu, pemanasan membantu meningkatkan performa lari karena tubuh sudah berada dalam kondisi optimal. Langkah sederhana ini sebaiknya menjadi kebiasaan sebelum setiap sesi lari, baik untuk pemula maupun pelari berpengalaman.

Tentang Penulis
Arumi Nasha Razeta

Administrator di Berita Trending

Kata Kunci
otot pemanasan tubuh berlari gerakan lari meningkatkan
Bagikan Artikel