Olahraga 2 menit baca 17 dilihat

Tips Melakukan Pemanasan Sebelum Olahraga Lari Untuk Mencegah Risiko Cedera Otot

Arumi Nasha Razeta
28 January 2026 23:12 WIB

Pemanasan sebelum olahraga lari merupakan langkah penting untuk mempersiapkan tubuh dan mencegah cedera otot. Banyak kasus cedera terjadi karena otot belum siap menerima beban aktivitas. Dengan pemanasan yang tepat, aliran darah meningkat, otot lebih elastis, dan tubuh siap menjalani gerakan berulang seperti lari.

1. Mulai dengan Jalan Santai atau Jogging Ringan
Pemanasan sebaiknya diawali dengan aktivitas ringan.
- Jalan santai selama 3–5 menit membantu meningkatkan denyut jantung secara bertahap.
- Jogging ringan dapat dilakukan di sekitar lintasan atau halaman rumah.
Langkah ini membuat tubuh beradaptasi sebelum masuk ke intensitas lebih tinggi.

2. Lakukan Peregangan Dinamis
Peregangan dinamis lebih efektif dibanding peregangan statis sebelum lari.
- Contoh gerakan: leg swings (mengayun kaki), lunges, atau high knees.
- Gerakan ini membantu meningkatkan fleksibilitas otot sekaligus melatih koordinasi.
Peregangan dinamis menyiapkan otot untuk gerakan berulang yang terjadi saat berlari.

3. Fokus pada Otot Kaki dan Pinggul
Otot kaki dan pinggul adalah bagian utama yang bekerja saat lari.
- Lakukan gerakan squat ringan untuk mengaktifkan otot paha dan bokong.
- Tambahkan hip rotation untuk melenturkan sendi pinggul.
Dengan fokus pada area ini, risiko cedera seperti kram atau tarikan otot dapat dikurangi.

4. Tambahkan Latihan Mobilitas Sendi
Sendi yang lentur mendukung gerakan lari lebih efisien.
- Putaran pergelangan kaki dan lutut dilakukan masing-masing 10–15 kali.
- Gerakan ini membantu melancarkan aliran darah dan mengurangi kekakuan.
Latihan mobilitas sederhana dapat dilakukan tanpa alat tambahan.

5. Tingkatkan Intensitas Secara Bertahap
Setelah peregangan, lakukan lari kecil dengan kecepatan meningkat perlahan.
- Mulai dari kecepatan rendah, lalu naikkan intensitas dalam 2–3 menit.
- Hindari langsung berlari cepat karena otot belum siap menerima beban penuh.
Tahap ini menjadi transisi dari pemanasan ke aktivitas utama.

6. Sesuaikan dengan Kondisi Lingkungan
Fenomena cuaca di Indonesia yang sering panas atau lembap memengaruhi kebutuhan pemanasan.
- Pada cuaca dingin, pemanasan perlu lebih lama agar otot tidak kaku.
- Pada cuaca panas, fokus pada peregangan dan hidrasi sebelum berlari.
Penyesuaian ini membantu tubuh tetap aman dalam berbagai kondisi.

Dengan pemanasan yang terstruktur, olahraga lari dapat dilakukan lebih aman dan nyaman. Langkah sederhana seperti jalan santai, peregangan dinamis, hingga peningkatan intensitas bertahap membantu mencegah cedera otot. Praktik ini relevan untuk semua kalangan, baik pelari pemula maupun yang sudah berpengalaman, sehingga aktivitas lari tetap mendukung kesehatan tanpa menimbulkan risiko berlebihan.

Tentang Penulis
Arumi Nasha Razeta

Administrator di Berita Trending

Kata Kunci
otot lari pemanasan gerakan peregangan lebih sebelum
Bagikan Artikel