Nasional 2 menit baca 12 dilihat Featured

Badai Magnetik Parah Puncaki Cuaca Antariksa Global Akibat CME Terbaru

Arumi Nasha Razeta
21 January 2026 23:05 WIB
Update: 06 February 2026 08:08 WIB

21 Jan 2026 - Sebuah badai geomagnetik dengan skala berat (level G4) sedang melanda Bumi setelah lontaran massa korona (Coronal Mass Ejection/CME) dari Matahari tiba dan berinteraksi dengan magnetosfer planet. Badai ini dipicu oleh suar Matahari kelas X1.9 yang meletus pada 18 Januari 2026 dari wilayah aktif Matahari AR4341. Pusat Prediksi Cuaca Antariksa Amerika Serikat (NOAA) melaporkan bahwa level badai G4 pertama kali tercapai pada pukul 19:38 UTC tanggal 19 Januari, seiring dengan tibanya gelombang kejut CME, dan kondisi ini diperkirakan akan berlanjut.

Secara global, badai dengan skala G4 (Severe) ini berpotensi menimbulkan berbagai gangguan teknologi. Dampak yang mungkin terjadi mencakup penurunan akurasi sistem navigasi satelit (GPS), gangguan pada komunikasi radio frekuensi tinggi (HF), fluktuasi pada jaringan listrik, serta peningkatan hambatan atmosfer yang dapat mempengaruhi orbit satelit. Di sisi lain, fenomena ini juga memicu pertunjukan aurora yang spektakuler dan terlihat hingga ke wilayah lintang menengah, seperti dilaporkan terjadi di beberapa bagian China, Italia, dan Jerman.

Dampak Terbatas di Indonesia dan Pernyataan Resmi
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa dampak fisik badai geomagnetik ini di wilayah Indonesia relatif terbatas. Ketua Tim Kerja Geofisika Potensial BMKG, Syirojudin, menjelaskan bahwa posisi Indonesia di sekitar ekuator geomagnetik dan adanya fenomena equatorial electrojet bertindak sebagai perisai alami, sehingga mengurangi dampak partikel energetik dari Matahari. Meskipun pemantauan di stasiun BMKG Tondano, Sulawesi Utara, mencatat gangguan magnetik lokal dengan Indeks K mencapai 8-9 yang mengindikasikan aktivitas kuat, dampak utamanya diperkirakan hanya bersifat sementara seperti fluktuasi minor pada sinyal GPS dan komunikasi tertentu.

BMKG menegaskan bahwa fenomena ini tidak berdampak langsung pada kesehatan manusia dan infrastruktur kelistrikan nasional dinyatakan aman. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang. Para operator telekomunikasi dan navigasi diminta memantau kualitas sinyal selama periode gangguan berlangsung. Informasi terkini mengenai aktivitas geomagnetik dapat diakses melalui kanal pemantauan resmi BMKG.

Tentang Penulis
Arumi Nasha Razeta

Administrator di Berita Trending

Kata Kunci
badai di dampak bmkg geomagnetik matahari bahwa
Bagikan Artikel