21 Jan 2026 - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan resmi terkait potensi peningkatan curah hujan dan cuaca ekstrem di sebagian besar wilayah Indonesia bagian selatan hingga akhir Januari 2026. Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terkini, kondisi ini diprakirakan berdampak pada wilayah yang mencakup Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.
Dalam keterangan resmi yang dikeluarkan Selasa (20/1), Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan bahwa gangguan atmosfer yang terpantau memicu pertumbuhan awan konvektif secara signifikan. Kondisi ini dapat memicu potensi banjir, tanah longsor, serta gangguan pada sektor transportasi darat, laut, dan udara di wilayah-wilayah terdampak. Faisal mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada dengan senantiasa memantau informasi resmi dari BMKG untuk meminimalisir risiko bencana.
Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, merincikan sejumlah faktor teknis pemicu kondisi tersebut. Faktor utama meliputi adanya Bibit Siklon Tropis 97S di Samudra Hindia selatan Indonesia, yang pergerakannya ke arah barat dapat memicu pembentukan awan hujan. Selain itu, penguatan Monsun Asia hingga 23 Januari yang disertai seruakan dingin (cold surge), serta aktifnya fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) dan gelombang atmosfer lainnya turut memperkuat potensi cuaca ekstrem.
BMKG memetakan sebaran potensi cuaca ekstrem untuk beberapa hari ke depan:
· 21 Januari 2026: Berpotensi di Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTB, hingga NTT.
· 22-23 Januari 2026: Potensi masih berlanjut di sebagian besar wilayah tersebut, termasuk DKI Jakarta, Jawa, Bali, NTB, dan NTT.
· 24 Januari 2026: Intensitas berpotensi lebih terfokus di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
· 25-26 Januari 2026: Peningkatan curah hujan diperkirakan terjadi di wilayah Bali, NTB, dan NTT.
BMKG menegaskan bahwa kondisi cuaca bersifat dinamis dan dapat berubah. Masyarakat diimbau untuk terus memantau pembaruan informasi melalui aplikasi InfoBMKG, laman resmi www.bmkg.go.id, dan media sosial @infobmkg. Peringatan khusus juga diberikan bagi wilayah rawan bencana hidrometeorologi, seperti lereng Gunung Rinjani dan Tambora di NTB, yang ditetapkan dalam status siaga hingga awas untuk periode 21-31 Januari.
BMKG Imbau Waspada Peningkatan Curah Hujan dan Cuaca Ekstrem
Arumi Nasha Razeta
21 January 2026 08:03 WIB
Update: 06 February 2026 08:10 WIB
Tentang Penulis
Arumi Nasha Razeta
Administrator di Berita Trending
Kata Kunci
bmkg
di
wilayah
januari
jawa
2026
cuaca