Perkembangan teknologi digital membuat anak-anak semakin mudah mengakses berbagai tayangan, baik melalui televisi maupun platform daring. Namun, tidak semua tayangan sesuai dengan usia dan kebutuhan mereka. Pemilihan tayangan yang berkualitas dan aman menjadi penting agar anak memperoleh hiburan sekaligus pembelajaran tanpa terpapar konten yang berisiko. Berikut beberapa langkah praktis yang dapat diterapkan orang tua.
1. Periksa klasifikasi usia tayangan
Setiap tayangan biasanya memiliki label klasifikasi usia, seperti “Semua Umur” atau “13+”. Klasifikasi ini membantu orang tua memastikan konten sesuai dengan tahap perkembangan anak. Mengabaikan label tersebut dapat membuat anak terpapar materi yang belum layak untuk mereka.
2. Pilih tayangan dengan nilai edukatif
Tayangan yang mengandung unsur pendidikan, seperti pengetahuan umum, keterampilan dasar, atau cerita dengan pesan moral, lebih bermanfaat bagi anak. Program animasi yang mengajarkan sains sederhana atau serial anak dengan pesan sosial positif dapat menjadi pilihan yang tepat.
3. Hindari tayangan dengan kekerasan dan konten dewasa
Fenomena meningkatnya tayangan dengan unsur kekerasan atau bahasa kasar dapat berdampak negatif pada perilaku anak. Orang tua perlu menyeleksi tayangan dan menghindari konten yang menampilkan adegan berbahaya, pornografi, atau ujaran kebencian.
4. Manfaatkan fitur kontrol orang tua
Platform digital seperti layanan streaming umumnya menyediakan fitur parental control. Fitur ini memungkinkan orang tua membatasi akses anak hanya pada tayangan sesuai usia. Dengan pengaturan yang tepat, risiko anak menonton konten tidak layak dapat diminimalkan.
5. Dampingi anak saat menonton
Pendampingan membantu orang tua memahami tayangan yang dikonsumsi anak sekaligus memberi penjelasan jika ada konten yang membingungkan. Kehadiran orang tua juga mencegah anak menonton secara berlebihan dan memastikan durasi tetap terkontrol.
6. Perhatikan durasi menonton
Selain isi tayangan, durasi menonton juga perlu diatur. Menonton terlalu lama dapat mengganggu kesehatan mata dan konsentrasi belajar. Batasi waktu menonton sesuai rekomendasi, misalnya tidak lebih dari 1–2 jam per hari untuk anak usia sekolah dasar.
7. Dorong anak memilih tayangan lokal berkualitas
Program anak produksi dalam negeri sering kali mengangkat budaya dan nilai sosial yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Tayangan lokal dapat membantu anak mengenal identitas budaya sekaligus memberikan hiburan yang sesuai konteks.
Memilih tayangan berkualitas dan aman bagi anak membutuhkan perhatian serta keterlibatan aktif orang tua. Dengan langkah-langkah di atas, anak dapat menikmati hiburan yang sesuai usia, mendukung perkembangan positif, dan tetap terlindungi dari konten yang berisiko.
Cara Memilih Tayangan Berkualitas Yang Aman Untuk Ditonton Oleh Anak
Arumi Nasha Razeta
17 January 2026 00:02 WIB
Tentang Penulis
Arumi Nasha Razeta
Administrator di Berita Trending
Kata Kunci
anak
tayangan
dapat
orang
tua
konten
menonton