21 Jan 2026 - Operasi pencarian dan evakuasi korban pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, kembali terkendala cuaca buruk pada Rabu pagi. Hujan deras dan kabut tebal menyelimuti kawasan pegunungan, menghalangi rencana evakuasi menggunakan helikopter yang menjadi prioritas tim SAR.
Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas), Marsekal Madya TNI M. Syafi'i, menyatakan bahwa kondisi cuaca membuat perbukitan setinggi 1.400 meter tertutup total. "Tadi pagi kami berangkat, jam 5 pagi itu hujan luar biasa derasnya... Itu yang terjadi sampai saat ini," ujarnya dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR pada Selasa (20/1). Prioritas evakuasi melalui udara, yang dapat menempuh lokasi dalam 20 menit, terpaksa ditunda.
Kondisi Medan dan Kronologi Evakuasi
Lokasi kecelakaan di lereng Gunung Bulusaraung merupakan medan ekstrem yang jauh dari jalur pendakian biasa, berupa tebing curam dengan kedalaman jurang mencapai ratusan meter. Dua jenazah korban yang telah ditemukan, masing-masing pada Minggu (18/1) dan Senin (19/1), baru berhasil dievakuasi setelah proses yang memakan waktu hingga lebih dari dua hari.
· Korban Pertama: Ditemukan pada 18 Januari di lereng dengan ketinggian sekitar 200 meter dari puncak. Evakuasi melalui darat memakan waktu lama dan jenazah akhirnya dibawa ke rumah sakit pada 20 Januari.
· Korban Kedua: Ditemukan pada 19 Januari. Jenazah, yang diduga merupakan seorang pramugari, berhasil dibawa ke puncak pada 20 Januari dan langsung diterbangkan ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk identifikasi.
Proses evakuasi darat sangat sulit karena tim harus melakukan teknik rappeling di tebing terjal, dengan kemiringan mendekati 90 derajat, dan sempat terpaksa bermalam di lereng karena cuaca buruk.
Faktor Cuaca dan Investigasi Awal
Cuaca ekstrem di wilayah selatan Indonesia, termasuk Sulawesi Selatan, diprakirakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan berlanjut hingga beberapa hari ke depan. BMKG telah mengeluarkan peringatan dini potensi hujan lebat disertai angin kencang untuk wilayah tersebut pada 21-22 Januari.
Sementara itu, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkapkan fakta awal bahwa pesawat mengalami penyimpangan jalur penerbangan sebelum jatuh. Pesawat tidak berada pada jalur yang diarahkan Pengatur Lalu Lintas Udara Makassar untuk persiapan pendaratan di Bandara Sultan Hasanuddin.
Kondisi Terkini dan Dampak
Hingga berita ini dibuat, operasi SAR masih berfokus pada upaya mencapai lokasi utama badan pesawat yang tersangkut di tebing dan mencari delapan korban lainnya. Sebanyak 1.075 personel gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, dan relawan terus dikerahkan. Proses identifikasi korban oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulsel juga telah dimulai, dengan sejumlah keluarga korban telah memberikan data ante mortem.
Cuaca Buruk Halangi Evakuasi Pesawat ATR yang Jatuh di Gunung Bulusaraung
Arumi Nasha Razeta
21 January 2026 08:11 WIB
Update: 06 February 2026 08:09 WIB
Tentang Penulis
Arumi Nasha Razeta
Administrator di Berita Trending
Kata Kunci
di
evakuasi
korban
cuaca
pesawat
1
januari