Memberi ucapan belasungkawa merupakan bentuk empati dan penghormatan terhadap mereka yang sedang berduka. Ucapan yang disampaikan dengan tepat dapat meringankan beban emosional keluarga atau sahabat yang kehilangan orang tercinta. Selain tulus, penyampaian yang sopan dan sesuai konteks sosial sangat penting agar pesan yang disampaikan diterima dengan baik. Berikut panduan praktis untuk memberi ucapan belasungkawa.
1. Pilih kata-kata yang sederhana dan tulus
Ketika memberi ucapan belasungkawa, gunakan bahasa yang jelas, sederhana, dan langsung. Contoh yang sesuai adalah menyampaikan rasa prihatin seperti, “Saya turut berduka cita atas kehilangan ini.” Hindari kata-kata berlebihan atau humor yang tidak sensitif, karena dapat menyinggung perasaan penerima.
2. Sesuaikan media penyampaian
Ucapan belasungkawa bisa disampaikan secara langsung, melalui telepon, pesan singkat, atau kartu ucapan. Pilih media yang paling sesuai dengan kedekatan hubungan dan situasi. Misalnya, untuk keluarga dekat, kunjungan langsung atau panggilan telepon lebih personal. Sedangkan untuk kolega atau teman yang lebih jauh, pesan singkat atau kartu ucapan sudah memadai.
3. Sertakan nama almarhum/almarhumah jika relevan
Menyebut nama orang yang meninggal menunjukkan perhatian dan menghormati mereka. Contoh, “Turut berduka cita atas berpulangnya Ibu Sari, semoga keluarga diberikan ketabahan.” Penyebutan nama juga membuat ucapan terasa lebih personal dan tidak generik.
4. Tawarkan bantuan secara konkret jika memungkinkan
Selain ucapan, menawarkan bantuan nyata dapat meringankan beban keluarga yang berduka. Misalnya, “Jika Bapak/Ibu membutuhkan bantuan mengurus acara pemakaman, saya siap membantu.” Bantuan ini menunjukkan empati yang lebih praktis dan dihargai oleh penerima.
5. Hindari memberikan komentar yang menilai atau membandingkan
Saat memberi ucapan, hindari komentar yang menghakimi, membandingkan kehilangan, atau mengungkit hal lain yang sensitif. Fokuskan pesan pada dukungan emosional dan simpati, bukan opini pribadi.
6. Jaga nada suara dan bahasa tubuh saat bertemu langsung
Jika menyampaikan ucapan secara tatap muka, perhatikan bahasa tubuh dan intonasi suara. Nada yang lembut, kontak mata yang wajar, dan postur yang sopan akan menambah kesan tulus dan menghormati situasi.
Memberi ucapan belasungkawa yang tulus bukan sekadar formalitas, tetapi wujud empati nyata terhadap orang yang berduka. Dengan memperhatikan kata-kata, media penyampaian, dan sikap, pesan yang disampaikan dapat memberikan ketenangan dan dukungan moral bagi penerima.
Etika dan Cara Memberi Ucapan Belasungkawa yang Tulus dan Menghibur
Arumi Nasha Razeta
14 January 2026 04:59 WIB
Tentang Penulis
Arumi Nasha Razeta
Administrator di Berita Trending
Kata Kunci
ucapan
memberi
belasungkawa
kata
tulus
berduka
pesan