14 Jan 2026 - Harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan non-subsidi Pertamina hingga Rabu (14/1) tidak mengalami perubahan sejak disesuaikan pada awal bulan ini. Penetapan ini merupakan kelanjutan dari keputusan PT Pertamina (Persero) yang telah melakukan penyesuaian harga pada 1 Januari 2026, di mana BBM non-subsidi diturunkan sementara harga BBM subsidi tetap dipertahankan.
Penyesuaian tersebut dilakukan Pertamina Patra Niaga sebagai bentuk implementasi Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022 tentang formula harga dasar BBM umum. Langkah itu diikuti secara serentak oleh operator SPBU swasta lainnya, termasuk Shell, BP-AKR, dan Vivo Energy Indonesia. Penurunan harga pada 1 Januari lalu dipengaruhi tren penurunan harga minyak dunia sepanjang Desember 2025, meskipun nilai tukar rupiah mengalami pelemahan pada periode yang sama.
Untuk BBM subsidi, harga Pertalite tetap stabil di Rp10.000 per liter dan Solar Subsidi bertahan di Rp6.800 per liter sesuai ketetapan pemerintah. Adapun BBM non-subsidi di wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa mengalami penurunan. Harga Pertamax (RON 92) menjadi Rp12.350 per liter, turun Rp400 dari sebelumnya. Pertamax Turbo turun Rp350 menjadi Rp13.400 per liter, sementara Dexlite turun signifikan Rp900 menjadi Rp13.500 per liter. Perbedaan harga antardaerah dapat terjadi karena dipengaruhi besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang ditetapkan masing-masing pemerintah provinsi.
Masyarakat dapat memantau harga BBM terbaru melalui laman resmi Pertamina Patra Niaga atau aplikasi MyPertamina. Harga-harga yang berlaku hingga saat ini merupakan hasil evaluasi berkala yang mengikuti mekanisme regulasi pemerintah dan dinamika pasar energi global.
Harga BBM Bersubsidi dan Non-Subsidi Pertamina Tidak Berubah
Arumi Nasha Razeta
14 January 2026 07:59 WIB
Update: 06 February 2026 08:27 WIB
Tentang Penulis
Arumi Nasha Razeta
Administrator di Berita Trending
Kata Kunci
harga
bbm
subsidi
pertamina
per
liter
non