Nasional 2 menit baca 10 dilihat Featured

Mendagri Sebut Aceh Butuh Perhatian Khusus Pascabencana Banjir

Arumi Nasha Razeta
26 January 2026 15:13 WIB
Update: 26 January 2026 15:15 WIB

26 Jan 2026 - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyatakan Provinsi Aceh memerlukan perhatian dan kerja ekstra khusus dalam pemulihan pascabencana banjir dan tanah longsor. Pernyataan ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Lintas Kementerian/Lembaga penanganan bencana Sumatera di Kantor Kemendagri, Jakarta, pada Senin (26/1).

Dari 18 kabupaten/kota di Aceh yang terdampak, baru satu wilayah, yaitu Kabupaten Aceh Besar, yang dinyatakan telah kembali normal. Sembilan daerah lainnya mendekati kondisi normal, sementara sisanya masih memerlukan atensi khusus. Wilayah dataran tinggi seperti Bener Meriah, Gayo Lues, dan Aceh Tengah masih menghadapi kendala utama berupa ruas jalan yang terputus akibat longsor serta jembatan rusak, yang mengisolasi warga dan menghambat distribusi produk pertanian seperti kopi dan cabai. Sementara di dataran rendah, termasuk Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, dan Pidie Jaya, masalah utama adalah endapan lumpur yang menumpuk dan tersebar luas.

Bencana yang dipicu Siklon Tropis Senyar akhir November 2025 ini menyebabkan dampak luas. Berdasarkan data BNPB per Desember 2025, Aceh merupakan provinsi dengan kerusakan material terberat, mencakup 312 jembatan, 258 fasilitas pendidikan, dan 201 rumah ibadah yang rusak. Bahkan, berdasarkan data sementara Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong Aceh, dilaporkan sekitar 22 desa dan dusun di tujuh kabupaten hilang tersapu banjir bandang. Untuk memitigasi cuaca ekstrem lebih lanjut, BMKG bersama BNPB telah melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca di Aceh sejak 28 November 2025.

Saat ini, status tanggap darurat bencana di Aceh telah diperpanjang untuk keempat kalinya, berlaku hingga 29 Januari 2026. Pemerintah pusat telah memberikan kelonggaran penggunaan dan penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) bagi 18 kabupaten/kota di Aceh melalui Peraturan Menteri Keuangan untuk mempercepat rehabilitasi. Di lapangan, upaya pembersihan fasilitas publik seperti sekolah dan masjid oleh personel TNI bersama warga terus dipercepat. Meski kondisi di Aceh Tamiang yang semula lumpuh total telah membaik dan aktif kembali berkat bantuan TNI dan Polri, proses pemulihan di sebagian besar wilayah Aceh masih berlangsung.

Tentang Penulis
Arumi Nasha Razeta

Administrator di Berita Trending

Kata Kunci
aceh di telah kabupaten khusus banjir bencana
Bagikan Artikel