14 Januari 2026 - Pengungkapan pengalaman menjadi korban child grooming sejak usia 15 tahun oleh aktris Aurelie Moeremans melalui buku memoarnya, "Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth", memantik diskusi publik mendalam mengenai bahaya kejahatan manipulatif ini. Kisah personal tersebut menyoroti bagaimana kekerasan seksual sering berawal dari manipulasi emosional yang halus dan terselubung, bukan pemaksaan fisik yang kasat mata.
Child grooming merupakan proses manipulasi bertahap di mana pelaku, yang biasanya lebih dewasa, membangun hubungan kepercayaan dan kedekatan emosional dengan anak atau remaja untuk tujuan eksploitasi, terutama seksual. Psikolog Farraas Afiefah Muhdiar, M.Sc., M.Psi., menjelaskan inti dari tindakan ini adalah intensi buruk untuk memanipulasi, mengeksploitasi, atau melakukan kekerasan terhadap anak. Prosesnya sering kali tidak dilakukan secara terang-terangan, melainkan dengan pendekatan halus seperti memberikan perhatian dan kasih sayang berlebihan, hadiah, atau menciptakan situasi yang membuat korban merasa nyaman dan istimewa. Modus ini sangat efektif di era digital, di mana pelaku dapat dengan mudah menjangkau korban melalui media sosial, aplikasi percakapan, atau gim daring.
Kejahatan ini meninggalkan dampak jangka panjang yang serius bagi korban, termasuk trauma psikologis, gangguan kecemasan, depresi, serta kesulitan membangun hubungan yang sehat di masa depan. Data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) periode Januari-Juni 2024 menunjukkan tingginya ancaman kekerasan digital terhadap anak, dengan ribuan kasus yang tercatat. Masyarakat diajak untuk lebih waspada dengan mengenali tanda-tanda potensial, seperti anak yang tiba-tiba sangat tertutup, memiliki hubungan rahasia dengan orang dewasa tertentu, menerima hadiah tidak biasa, atau menunjukkan perubahan perilaku yang drastis.
Pasca terbitnya buku tersebut, nama mantan kekasih Aurelie Moeremans, Roby Tremonti, ramai dikaitkan dengan sosok "Bobby" yang disebut dalam memoar itu. Menanggapi spekulasi publik, Roby Tremonti mengunggah konten edukasi hukum di akun Instagram pribadinya pada 12 Januari 2026, yang membahas risiko pidana terkait pencemaran nama baik melalui tulisan, termasuk yang menggunakan nama samaran. Sementara itu, diskusi publik mengenai isu child grooming terus mengemuka. Buku "Broken Strings" disebutkan telah mendapat penawaran dari sejumlah rumah produksi untuk diangkat ke layar lebar, menunjukkan bahwa pesan yang dibawanya mendapat perhatian luas.
Mengenal Bahaya Child Grooming Belajar Dari Kasus Buku Aurelie Moeremans
Arumi Nasha Razeta
14 January 2026 10:51 WIB
Tentang Penulis
Arumi Nasha Razeta
Administrator di Berita Trending
Kata Kunci
di
anak
child
grooming
buku
korban
aurelie