17 Jan 2026 - Psikolog menyoroti faktor budaya digital dan pergeseran relasi kuasa sebagai pendorong maraknya kasus perundungan siswa terhadap guru, yang dianggap melanggar norma kesantunan dan hierarki pendidikan tradisional. Pernyataan ini disampaikan menyusul viralnya video pengeroyokan seorang guru SMK di Jambi oleh siswanya, yang memicu diskusi publik mengenai dinamika kekerasan di lingkungan sekolah.
Dalam sebuah insiden di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, seorang guru bernama Agus Saputra menjadi korban pengeroyokan siswa. Guru tersebut mengaku aksi tersebut bermula dari cekcok mulut di kelas dan bahwa ia telah mengalami perundungan bertahun-tahun dari para pelaku, sementara perwakilan siswa menyebut tindakan itu dipicu oleh rasa tidak nyaman terhadap sang guru . Menanggapi fenomena ini, Psikolog dari Ibunda.id, Danti Wulan Manunggal, menjelaskan bahwa konten digital seperti prank terhadap figur otoritas yang dianggap lucu dan mendatangkan pengakuan daring, kerap ditiru siswa tanpa memahami batasannya . Faktor lainnya adalah pergeseran relasi kuasa, di mana otoritas guru tidak lagi bersifat absolut .
Sorotan ini muncul dalam konteks kekerasan di satuan pendidikan yang terus meningkat. Data dari Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menunjukkan kasus kekerasan di sekolah melonjak dari 91 kasus pada 2020 menjadi 641 kasus pada 2025, atau naik lebih dari 600 persen . Pola relasi guru-siswa bahkan menjadi yang paling dominan, mencakup 46.25% dari total kasus pada 2025, dengan mayoritas korban adalah siswa . Selain faktor digital, Psikolog Klinis Universitas Indonesia Kasandra Putranto menambahkan bahwa penyebab perundungan bersifat kompleks, mencakup dinamika sosial seperti iri dan dendam, normalisasi kekerasan sebagai candaan, serta kurangnya pengawasan dan standar penanganan yang jelas di sekolah .
Berbagai pihak telah mengajukan rekomendasi untuk mengatasi masalah sistemik ini. JPPI menekankan bahwa tekanan kerja, beban administratif, dan lemahnya dukungan institusi bagi guru turut berkontribusi menciptakan lingkungan sekolah yang penuh stres . Sementara itu, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) telah mendorong implementasi Permendikbud tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan, yang mencakup pembentukan satuan tugas, peningkatan kompetensi guru, serta edukasi kepada semua pemangku kepentingan .
Psikolog Beri Penjelasan Penyebab Kasus Siswa Bullying Guru
Arumi Nasha Razeta
17 January 2026 15:36 WIB
Tentang Penulis
Arumi Nasha Razeta
Administrator di Berita Trending
Kata Kunci
guru
di
siswa
kasus
kekerasan
psikolog
pendidikan