14 Januari 2026 - Industri keamanan siber global mencatat eskalasi ancaman, di mana perangkat dengan memori atau RAM besar kini menjadi target utama serangan cryptojacking dan ransomware. Berdasarkan analisis dari lembaga riset IDC, lonjakan eksploitasi ini terjadi bersamaan dengan kelangkaan komponen memori global yang dipicu oleh peralihan produksi chip untuk pusat data kecerdasan buatan (AI).
Kelangkaan pasokan DRAM global yang diperkirakan berlangsung hingga 2027 telah menciptakan lingkungan yang rentan. Krisis ini utamanya disebabkan oleh tingginya permintaan memori bandwidth tinggi (HBM) untuk server AI, yang mengalihkan kapasitas produksi dari memori untuk perangkat konsumen seperti ponsel dan laptop. Akibatnya, harga komponen melonjak dan pasokan untuk perangkat baru terbatas. Menurut analisis, kondisi ini mendorong produsen untuk menurunkan spesifikasi RAM pada perangkat baru atau menaikkan harga jual. Pada saat yang sama, pasar perangkat bekas yang masih memiliki memori besar menjadi lebih bernilai, sekaligus lebih menarik bagi para pelaku kejahatan siber yang mencari sumber daya komputasi untuk dimanfaatkan.
Pelaku ancaman memanfaatkan situasi ini dengan meningkatkan serangan cryptojacking, yaitu membajak sumber daya komputer korban untuk menambang cryptocurrency secara diam-diam. Kelompok seperti "Librarian Ghouls" atau "Rare Werewolf" diketahui menargetkan ratusan komputer di Rusia dan sekitarnya, mencuri data spesifikasi perangkat seperti RAM dan CPU, lalu mengoptimalkannya untuk mining crypto tanpa sepengetahuan pemilik. Selain itu, laporan dari ESET mengonfirmasi tren peningkatan serangan ransomware berbasis AI, yang cenderung menyasar organisasi dengan sistem keamanan yang lebih lemah. Keberadaan malware yang mampu membuat skrip berbahaya secara dinamis, seperti PromptLock, menunjukkan peningkatan kemampuan ofensif para penyerang.
Lanskap ancaman yang berkembang ini juga diperparah oleh kerentanan di rantai pasokan perangkat lunak dan perangkat keras. Baru-baru ini, insiden peretasan pada pemasok Asustek Computer Inc. yang mengakibatkan kebocoran kode sumber kamera ponsel dan memory dumps menunjukkan betapa kompleksnya jejaring risiko yang dihadapi. Para analis memprediksi bahwa tekanan dari kelangkaan komponen dan ancaman siber yang semakin canggih akan terus membentuk pasar teknologi sepanjang tahun 2026, dengan implikasi keamanan yang signifikan bagi konsumen dan bisnis di semua sektor.
Ancaman Kejahatan Siber Baru Incar Perangkat RAM Akibat Kelangkaan Komponen Global
Arumi Nasha Razeta
14 January 2026 10:50 WIB
Tentang Penulis
Arumi Nasha Razeta
Administrator di Berita Trending
Kata Kunci
perangkat
ancaman
baru
memori
siber
ram
kelangkaan