Teknologi 2 menit baca 14 dilihat Featured

Aurora Borealis Spektakuler Muncul Akibat Badai Magnetik di Belahan Bumi Utara

Arumi Nasha Razeta
21 January 2026 23:06 WIB

21 Jan 2026 - Sebuah badai geomagnetik parah (level G4) yang dipicu lontaran massa korona (CME) dari Matahari telah menciptakan tampilan aurora borealis spektakuler di langit belahan Bumi utara. Fenomena cahaya kutub ini dilaporkan terlihat hingga ke wilayah lintang menengah yang tidak biasa, seperti Jerman, Prancis, China, dan bahkan New Mexico di Amerika Serikat. Badai geomagnetik pertama kali mencapai level G4 pada pukul 19:38 UTC tanggal 19 Januari 2026, ketika guncangan dari CME tiba di magnetosfer Bumi.

Detail Penyebab dan Cakupan Wilayah
Peristiwa cuaca antariksa ini berawal dari suar Matahari kelas X1.9 yang meletus pada 18 Januari 2026, diikuti oleh lontaran massa korona yang bergerak sangat cepat dengan kecepatan sekitar 1.700 kilometer per detik menuju Bumi. CME yang perjalanannya hanya memakan waktu sekitar 25 jam ini tergolong luar biasa cepat dan termasuk yang tercepat sejak 1995. Kondisi ini, ditambah dengan fase bulan baru yang menciptakan langit gelap, membuat aurora tampak lebih terang dan jelas bahkan dari area perkotaan. Di Amerika Serikat, lembaga NOAA memperkirakan aurora berpeluang terlihat di setidaknya 24 hingga 27 negara bagian, mencakup wilayah dari Washington dan Oregon di barat hingga New York dan Maine di timur laut.

Dampak Teknologi dan Kondisi Terkini
Badai geomagnetik level G4 berpotensi menyebabkan gangguan teknologi. Badan Antariksa Eropa (ESA) menyebutkan bahwa peristiwa ini berpotensi memengaruhi satelit, jaringan listrik, serta komunikasi radio frekuensi tinggi dan sistem navigasi. Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa dampak badai magnetik di wilayah Indonesia, yang berada di lintang rendah, relatif terbatas. Meskipun puncak intensitas badai diperkirakan telah berlalu, aktivitas aurora masih berpeluang muncul pada malam tanggal 21 Januari di wilayah lintang tinggi, dengan kondisi geomagnetik yang diperkirakan masih akan terus berfluktuasi. Masyarakat yang berada di daerah berpotensi diimbau untuk mengarahkan pandangan ke utara dan mencari lokasi yang bebas dari polusi cahaya untuk peluang melihat terbaik.

Tentang Penulis
Arumi Nasha Razeta

Administrator di Berita Trending

Kata Kunci
di badai aurora wilayah bumi geomagnetik utara
Bagikan Artikel