Bisnis 2 menit baca 6 dilihat

Bali-Nusa Tenggara Catatkan Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi di Triwulan IV

Arumi Nasha Razeta
05 February 2026 23:10 WIB

5 Feb 2026 - Wilayah Bali dan Nusa Tenggara (Balinusra) mencatatkan pertumbuhan ekonomi tertinggi di antara semua kawasan di Indonesia pada Triwulan IV 2025. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mengonfirmasi, kawasan ini melampaui catatan Jawa, Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua). Laporan terpisah Bank Indonesia juga menyebutkan tren serupa dalam periode yang sama.

Pencapaian ini ditopang oleh kinerja luar biasa beberapa provinsi di kawasan timur Indonesia. Ekonomi Provinsi Bali pada Triwulan IV-2025 tumbuh sebesar 5,86% secara tahunan, yang menjadi pertumbuhan tertinggi dalam tujuh tahun terakhir. Sementara itu, Nusa Tenggara Barat (NTB) menunjukkan akselerasi luar biasa dengan pertumbuhan sebesar 12,49% (y-on-y), tertinggi dalam empat tahun terakhir, terutama didorong lonjakan aktivitas industri pengolahan dari smelter dan ekspor. Pertumbuhan NTB ini jauh di atas rata-rata nasional untuk triwulan tersebut yang sebesar 5,39%.

Faktor pendorong utama pertumbuhan di kedua wilayah ini memiliki karakteristik berbeda namun saling melengkapi. Di Bali, peningkatan konsumsi masyarakat selama periode libur dan hari besar keagamaan, serta belanja pemerintah yang naik signifikan, menjadi motor utama. Kinerja sektor pertanian yang memasuki musim panen turut berkontribusi. Di NTB, kontributor terbesar adalah kinerja ekspor barang dan jasa yang melonjak lebih dari 100%, didorong oleh peningkatan produksi dan ekspor dari aktivitas smelter.

Perkembangan terkini menunjukkan optimisme berlanjut memasuki awal tahun 2026. Stabilitas harga di Bali terjaga dengan inflasi tahunan Januari 2026 sebesar 2,58%, lebih rendah dari inflasi nasional. Proyeksi penyaluran kredit di Bali juga diperkirakan tumbuh 8-10% pada 2026, didorong oleh sektor pariwisata dan industri turunannya. Secara nasional, Bank Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi 2026 akan meningkat dalam kisaran 4,9-5,7%, dengan permintaan domestik sebagai penopang utama.

Tentang Penulis
Arumi Nasha Razeta

Administrator di Berita Trending

Kata Kunci
di pertumbuhan bali 2026 ekonomi tertinggi triwulan
Bagikan Artikel