14 Januari 2026 - Badan Pusat Statistik (BPS) akan menerapkan pendekatan digital multimoda dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Metode ini menggantikan cara konvensional menggunakan formulir kertas untuk menuju pengumpulan data yang lebih cepat, akurat, dan fleksibel bagi pelaku usaha.
Sensus akan memadukan dua metode utama: Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI) untuk wawancara langsung petugas dengan perangkat digital, dan Computer Assisted Web Interviewing (CAWI) yang memungkinkan usaha menengah dan besar mengisi kuesioner secara mandiri secara daring. Penerapan CAWI merupakan bentuk adaptasi BPS terhadap meningkatnya aktivitas ekonomi digital. Pendekatan ini dirancang untuk menjangkau seluruh spektrum pelaku usaha, dari usaha mikro tradisional hingga perusahaan modern.
Kegiatan pendataan utama direncanakan berlangsung sekitar pertengahan tahun 2026. Berdasarkan informasi dari berbagai kantor BPS daerah, periode pelaksanaan sensus akan berjalan pada Mei hingga Juli 2026. Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda sepuluh tahunan yang bertujuan memotret struktur dan kondisi terkini seluruh kegiatan ekonomi di Indonesia, mencakup sektor industri, perdagangan, konstruksi, jasa, dan usaha daring.
Untuk mendukung operasi lapangan, BPS akan melakukan rekrutmen ribuan petugas sensus secara nasional. Proses rekrutmen terbuka untuk umum ini direncanakan dimulai sekitar Februari 2026. Saat ini, berbagai kantor BPS di daerah sedang mengintensifkan koordinasi dan sosialisasi, termasuk bekerja sama dengan pemerintah daerah dan media massa, untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat. BPS juga menegaskan komitmennya terhadap keamanan data responden dengan menerapkan sistem berstandar internasional.
BPS Siapkan Sensus Ekonomi 2026 Gunakan Teknologi Digital Multimoda Terbaru
Arumi Nasha Razeta
14 January 2026 10:44 WIB
Tentang Penulis
Arumi Nasha Razeta
Administrator di Berita Trending
Kata Kunci
bps
2026
sensus
ekonomi
usaha
digital
akan