Teknologi 2 menit baca 33 dilihat

Cara Menggunakan Fitur Automation (Zapier/IFTTT) untuk Otomatisasi Task Harian

Arumi Nasha Razeta
14 January 2026 04:52 WIB

Di era digital, produktivitas tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh efektivitas pengelolaan tugas sehari-hari. Fitur automation seperti Zapier dan IFTTT memungkinkan pengguna menghubungkan berbagai aplikasi dan memicu aksi otomatis, sehingga pekerjaan rutin dapat diselesaikan lebih cepat dan terstruktur. Menguasai penggunaan automation membantu menghemat waktu dan mengurangi kesalahan manual dalam workflow harian.

1. Pahami konsep dasar automation
Automation bekerja dengan prinsip “trigger” dan “action”. Trigger adalah pemicu, misalnya menerima email baru, sementara action adalah tindakan otomatis yang dilakukan, seperti menyimpan lampiran ke cloud atau mengirim notifikasi. Memahami konsep ini membantu menentukan tugas mana yang bisa diotomatisasi dan hasil yang diinginkan.

2. Pilih platform sesuai kebutuhan
Zapier dan IFTTT merupakan platform populer untuk otomatisasi. Zapier lebih fokus pada workflow profesional dengan integrasi kompleks antar aplikasi, sedangkan IFTTT cocok untuk otomasi sederhana, termasuk smart home. Pilih platform yang sesuai dengan skala pekerjaan dan aplikasi yang digunakan.

3. Hubungkan aplikasi yang relevan
Daftar aplikasi yang sering digunakan, misalnya email, Google Drive, Slack, atau Trello. Setelah itu, hubungkan akun aplikasi dengan platform automation. Integrasi ini memungkinkan workflow berjalan mulus dan memastikan data dapat berpindah antar aplikasi tanpa intervensi manual.

4. Buat workflow otomatis (Zap/Applet)
Mulai dengan menentukan trigger, misalnya email masuk dengan lampiran. Kemudian tentukan action, seperti menyimpan lampiran ke folder tertentu di cloud. Tes workflow untuk memastikan setiap langkah berjalan sesuai rencana. Penyesuaian sederhana bisa dilakukan jika ada kondisi khusus, seperti filter berdasarkan pengirim atau kata kunci.

5. Monitor dan evaluasi workflow
Periksa secara berkala apakah automation berjalan dengan benar. Pantau notifikasi, log, atau laporan dari platform untuk mengetahui kegagalan proses. Evaluasi ini penting untuk memperbaiki workflow, menambah trigger atau action baru, dan menjaga efisiensi otomasi tetap optimal.

6. Manfaatkan template dan komunitas
Baik Zapier maupun IFTTT menyediakan template workflow yang siap digunakan. Memanfaatkan template mempercepat pembuatan automation dan memberi inspirasi untuk ide otomasi baru. Selain itu, forum atau komunitas pengguna dapat menjadi sumber praktik terbaik dan tips praktis.

Dengan menerapkan fitur automation secara konsisten, pekerjaan rutin dapat diselesaikan lebih cepat, risiko kesalahan manual berkurang, dan fokus dapat dialihkan ke tugas yang lebih strategis. Pemanfaatan Zapier atau IFTTT tidak hanya meningkatkan efisiensi individu, tetapi juga mendukung produktivitas tim dan kelancaran operasional harian.

Tentang Penulis
Arumi Nasha Razeta

Administrator di Berita Trending

Kata Kunci
automation workflow aplikasi zapier ifttt dapat platform
Bagikan Artikel