Menentukan harga jual produk kerajinan sering menjadi tantangan bagi pengrajin, terutama bagi UMKM yang ingin tetap kompetitif tanpa merugi. Salah satu metode yang umum digunakan adalah cost-plus pricing, yaitu penentuan harga jual berdasarkan total biaya produksi ditambah margin keuntungan. Metode ini praktis dan dapat diterapkan oleh siapa saja dengan perhitungan yang sistematis.
1. Hitung total biaya bahan baku
Langkah pertama adalah mencatat seluruh bahan yang digunakan untuk membuat produk, misalnya kain, kayu, cat, atau benang. Hitung biaya setiap bahan berdasarkan jumlah yang dipakai. Memahami biaya bahan secara akurat membantu memastikan harga jual menutupi pengeluaran dasar.
2. Masukkan biaya tenaga kerja
Selain bahan, biaya tenaga kerja juga harus diperhitungkan. Hitung upah per jam dikalikan jumlah jam yang dibutuhkan untuk memproduksi satu unit produk. Jika produksi dilakukan sendiri, tetap masukkan estimasi nilai waktu kerja agar biaya produksi lebih realistis.
3. Tambahkan biaya overhead
Biaya overhead mencakup listrik, sewa tempat, alat, dan pengemasan. Total biaya overhead dibagi rata untuk setiap unit produk sehingga setiap produk menanggung bagian biaya operasional. Menambahkan komponen ini mencegah kerugian tersembunyi yang sering terjadi pada usaha kerajinan kecil.
4. Tentukan margin keuntungan
Margin keuntungan biasanya ditentukan dalam persentase dari total biaya produksi. Misalnya, jika total biaya untuk satu produk Rp50.000 dan margin yang diinginkan 30%, maka keuntungan yang ditambahkan adalah Rp15.000. Margin ini bisa disesuaikan dengan kondisi pasar dan nilai unik produk kerajinan.
5. Hitung harga jual akhir
Harga jual dihitung dengan menjumlahkan total biaya produksi dan margin keuntungan. Dengan contoh sebelumnya, harga jual menjadi Rp50.000 + Rp15.000 = Rp65.000. Penetapan harga yang jelas memudahkan strategi penjualan dan komunikasi harga kepada konsumen.
6. Evaluasi dan sesuaikan harga dengan pasar
Setelah menentukan harga jual, bandingkan dengan produk sejenis di pasar. Jika terlalu tinggi atau rendah, lakukan penyesuaian tanpa mengorbankan margin keuntungan. Evaluasi ini penting agar produk tetap kompetitif dan terjangkau bagi konsumen target.
Menggunakan metode cost-plus pricing memungkinkan pengrajin menghitung harga jual dengan transparan dan terstruktur. Pendekatan ini tidak hanya memastikan semua biaya tertutupi, tetapi juga membantu menjaga kelangsungan usaha dengan margin keuntungan yang realistis. Dengan perhitungan yang konsisten, pengrajin dapat memasarkan produk secara lebih profesional dan efisien.
Cara Menghitung Harga Jual Produk Kerajinan dengan Metode Cost-Plus Pricing
Arumi Nasha Razeta
14 January 2026 04:29 WIB
Tentang Penulis
Arumi Nasha Razeta
Administrator di Berita Trending
Kata Kunci
biaya
harga
produk
jual
margin
keuntungan
total