Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia dengan kontribusi besar terhadap lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi. Bagi pengusaha pemula, memulai UMKM membutuhkan strategi yang terarah agar usaha dapat bertahan dan berkembang. Langkah-langkah berikut dapat dijadikan panduan praktis untuk memulai usaha secara lebih sistematis.
1. Tentukan Jenis Usaha Berdasarkan Kebutuhan Pasar
- Lakukan riset sederhana mengenai produk atau jasa yang dibutuhkan masyarakat sekitar.
- Amati tren konsumsi yang relevan, misalnya makanan siap saji, produk ramah lingkungan, atau layanan berbasis digital.
- Pilih jenis usaha yang sesuai dengan kemampuan dan modal yang tersedia agar lebih realistis dijalankan.
2. Susun Rencana Bisnis Sederhana
- Rencana bisnis tidak harus rumit, cukup mencakup target pasar, strategi pemasaran, dan estimasi biaya.
- Buat proyeksi pendapatan dan pengeluaran untuk tiga hingga enam bulan pertama.
- Rencana ini akan membantu mengukur kelayakan usaha sekaligus menjadi acuan dalam mengambil keputusan.
3. Atur Modal dan Keuangan dengan Disiplin
- Tentukan sumber modal, apakah dari tabungan pribadi, pinjaman keluarga, atau program pembiayaan UMKM.
- Pisahkan keuangan usaha dari keuangan pribadi untuk memudahkan pencatatan.
- Gunakan aplikasi pencatatan sederhana agar arus kas dapat dipantau secara rutin.
4. Manfaatkan Teknologi Digital
- Gunakan media sosial untuk promosi karena biayanya relatif rendah dan jangkauannya luas.
- Daftarkan usaha di platform e-commerce agar produk lebih mudah ditemukan konsumen.
- Teknologi digital juga membantu dalam pencatatan transaksi dan komunikasi dengan pelanggan.
5. Lengkapi Legalitas Usaha
- Ajukan Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui sistem Online Single Submission (OSS) yang disediakan pemerintah.
- Legalitas usaha memberikan kepastian hukum dan memudahkan akses ke program bantuan atau pembiayaan resmi.
- Sertifikasi halal atau izin edar juga penting bagi produk makanan dan minuman.
6. Bangun Jaringan dan Kemitraan
- Ikuti komunitas UMKM di daerah untuk bertukar pengalaman dan informasi peluang.
- Jalin kerja sama dengan pemasok lokal agar biaya produksi lebih efisien.
- Kemitraan dengan usaha lain dapat membuka akses pasar baru dan memperkuat posisi usaha.
7. Evaluasi dan Adaptasi Secara Berkala
- Lakukan peninjauan terhadap strategi pemasaran dan pencatatan keuangan setiap bulan.
- Catat umpan balik dari pelanggan untuk perbaikan produk atau layanan.
- Adaptasi terhadap perubahan tren dan kebutuhan konsumen akan menjaga usaha tetap relevan.
Memulai UMKM membutuhkan langkah yang terstruktur, mulai dari riset pasar hingga pengelolaan keuangan. Dengan strategi yang jelas, pemanfaatan teknologi, serta legalitas yang lengkap, pengusaha pemula dapat membangun fondasi usaha yang lebih kokoh. Pendekatan ini tidak hanya membantu usaha bertahan, tetapi juga membuka peluang untuk berkembang di tengah persaingan pasar yang dinamis.
Langkah Strategis Memulai Usaha Mikro Kecil Menengah bagi Pengusaha Pemula
Arumi Nasha Razeta
18 January 2026 04:22 WIB
Tentang Penulis
Arumi Nasha Razeta
Administrator di Berita Trending
Kata Kunci
usaha
umkm
agar
dapat
lebih
pasar
produk