Teknologi 2 menit baca 60 dilihat

Panduan Mengamankan Data Pribadi Dari Ancaman Kejahatan Siber Di Internet

Arumi Nasha Razeta
16 January 2026 22:10 WIB

Kejahatan siber semakin marak seiring meningkatnya aktivitas digital masyarakat, mulai dari transaksi perbankan, belanja daring, hingga penggunaan media sosial. Data pribadi seperti nomor identitas, alamat, dan informasi finansial menjadi target utama pelaku kejahatan. Oleh karena itu, langkah pengamanan yang tepat perlu diterapkan agar risiko pencurian data dapat diminimalkan. Berikut panduan praktis yang dapat dilakukan sehari-hari.

1. Gunakan kata sandi yang kuat dan berbeda
Kata sandi lemah atau sama untuk banyak akun memudahkan peretas masuk ke sistem. Buat kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol. Hindari penggunaan informasi mudah ditebak seperti tanggal lahir. Untuk memudahkan, gunakan pengelola kata sandi (password manager) yang aman.

2. Aktifkan autentikasi dua faktor (2FA)
Autentikasi dua faktor menambah lapisan keamanan dengan meminta verifikasi tambahan, misalnya kode OTP melalui SMS atau aplikasi autentikasi. Langkah ini efektif mencegah akses ilegal meskipun kata sandi berhasil ditebak.

3. Waspadai tautan dan lampiran mencurigakan
Fenomena phishing masih sering terjadi melalui email, pesan instan, atau media sosial. Jangan sembarangan mengklik tautan atau membuka lampiran dari sumber yang tidak jelas. Periksa alamat pengirim dan pastikan situs yang diakses memiliki protokol aman (https).

4. Perbarui perangkat dan aplikasi secara rutin
Pembaruan sistem operasi dan aplikasi biasanya mencakup perbaikan celah keamanan. Menunda pembaruan membuat perangkat rentan terhadap serangan. Aktifkan pembaruan otomatis agar sistem selalu terlindungi.

5. Batasi informasi pribadi di media sosial
Membagikan data pribadi secara berlebihan, seperti alamat rumah atau detail pekerjaan, dapat dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk rekayasa sosial. Atur privasi akun agar hanya orang tertentu yang dapat melihat informasi pribadi.

6. Gunakan jaringan internet yang aman
Hindari mengakses layanan perbankan atau transaksi penting melalui Wi-Fi publik tanpa perlindungan. Jika terpaksa, gunakan jaringan pribadi virtual (VPN) untuk mengenkripsi data dan menjaga kerahasiaan aktivitas daring.

7. Simpan data penting dengan enkripsi
Dokumen yang berisi informasi sensitif sebaiknya disimpan dalam format terenkripsi. Banyak aplikasi penyimpanan cloud kini menyediakan fitur enkripsi otomatis, sehingga data tetap terlindungi meski terjadi kebocoran.

8. Lakukan pemantauan berkala terhadap akun digital
Periksa riwayat login dan aktivitas akun secara rutin. Jika ada aktivitas mencurigakan, segera ubah kata sandi dan laporkan ke penyedia layanan. Langkah ini membantu mendeteksi ancaman lebih cepat.

Mengamankan data pribadi di internet bukan hanya soal teknologi, tetapi juga kebiasaan sehari-hari yang disiplin. Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, masyarakat dapat mengurangi risiko kejahatan siber dan menjaga kepercayaan dalam beraktivitas digital.

Tentang Penulis
Arumi Nasha Razeta

Administrator di Berita Trending

Kata Kunci
data pribadi kejahatan informasi langkah dapat kata
Bagikan Artikel