14 Januari 2026 – Dua pengumuman besar dari perusahaan robotika global menandai dimulainya babak baru dalam sejarah industri manufaktur dan ekonomi dunia. Perusahaan AGIBOT yang berbasis di Asia mengonfirmasi telah menguasai 39 persen pasar robot humanoid global, dengan pengiriman lebih dari 5.100 unit sepanjang 2025 . Sementara itu, di Eropa, perusahaan asal Jerman Agile Robots juga memastikan akan memulai produksi massal robot humanoid industri “Agile ONE” di pabrik di Bavaria pada awal tahun ini .
Perkembangan ini mencerminkan percepatan komersialisasi kecerdasan buatan berwujud (embodied AI) dalam aktivitas ekonomi riil . Kedua perusahaan menerapkan pendekatan yang berbeda namun sama-sama strategis. AGIBOT telah melakukan produksi massal dan mulai berekspansi ke pasar Asia-Pasifik, termasuk peluncuran di Malaysia, yang mencerminkan komitmennya menghadirkan solusi praktis untuk skenario komersial di kawasan . Di sisi lain, Agile Robots memilih memproduksi robot canggihnya di Jerman, sebuah langkah yang dinilai cerdas untuk menjaga kendali kualitas dan keamanan teknologi, sekaligus memperkuat kedaulatan teknologi Eropa di tengah persaingan global yang sengit .
Tren global menunjukkan China menjadi salah satu pelaku utama dalam fase awal komersialisasi ini. Sejumlah perusahaan China, termasuk Unitree, UBTech Robotics, dan AgiBot, diperkirakan akan mulai meningkatkan produksi massal pada tahun 2026, didorong oleh dukungan pemerintah dan kedalaman rantai pasok yang memberikan keunggulan biaya signifikan . UBTech Robotics, misalnya, menargetkan produksi 5.000 unit pada tahun 2026 dan 10.000 unit pada tahun 2027 . Analis memperkirakan pasar robot humanoid global dapat mencapai nilai hingga US$9 triliun pada 2050, dengan China diproyeksikan menyumbang lebih dari 60% di tahap awal .
Secara paralel, gelombang transformasi ini telah menarik perhatian para pemimpin global. Mantan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, dalam pidatonya di Bloomberg New Economy Forum pada November 2025, memprediksi akan terjadi revolusi robot humanoid secara besar-besaran dalam 5 hingga 15 tahun ke depan . Ia menyerukan agar negara-negara bersiap dan mewaspadai perubahan yang akan datang, sekaligus menekankan pentingnya membangun pondasi infrastruktur dan regulasi yang tepat untuk memasuki intelligence economy atau ekonomi berbasis kecerdasan .
Pergeseran struktur ekonomi dunia kini memasuki fase konkret dengan hadirnya robot-robot fisik yang terlibat langsung di lini produksi dan layanan . Menyikapi hal ini, berbagai pihak mulai menyiapkan strategi. Di Malaysia, kolaborasi pengembangan dengan AGIBOT diharapkan dapat mempercepat transformasi ekonomi berbasis teknologi dan membentuk fondasi ekonomi baru yang terintegrasi .
Robot Humanoid Mulai Diproduksi Massal Pergeseran Struktur Ekonomi Dunia Dimulai
Arumi Nasha Razeta
14 January 2026 10:12 WIB
Tentang Penulis
Arumi Nasha Razeta
Administrator di Berita Trending
Kata Kunci
di
robot
ekonomi
global
humanoid
perusahaan
produksi