Bisnis 2 menit baca 67 dilihat

Sektor Energi Masih Jadi Andalan Investasi Asing

Arumi Nasha Razeta
15 January 2026 22:29 WIB

15 Jan 2026 - Pemerintah menegaskan sektor energi akan tetap menjadi magnet utama penanaman modal asing pada tahun 2026, dengan fokus yang semakin kuat pada energi baru terbarukan dan ekonomi sirkular. Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM, Rosan P. Roeslani, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (15/1/2026), yang sekaligus mengumumkan capaian investasi tahun lalu.

Rosan Roeslani menjelaskan bahwa investor asing dan domestik menunjukkan ketertarikan besar pada tiga bidang utama: energi baru terbarukan (EBT), pusat data yang terkait ekonomi digital, serta pengolahan sampah menjadi energi listrik (waste-to-energy). "Potensi besar dan appetite dari PMA maupun PMDN adalah EBT atau renewable energy," ujar Rosan. Pernyataan ini didukung oleh data pemerintah yang menunjukkan potensi EBT Indonesia mencapai 3.300 GigaWatt, namun baru sekitar 15,1 GigaWatt yang terpasang. Selain itu, sekitar 76 persen energi dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) ditargetkan berasal dari EBT.

Pernyataan pemerintah ini mengikuti realisasi investasi di sektor energi yang tetap signifikan pada tahun 2025. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat realisasi investasi di sektor ESDM mencapai US$31,7 miliar, meski mengalami sedikit penurunan 1,85% dari tahun sebelumnya. Data BKPM menunjukkan sektor hilirisasi, yang banyak terkait energi dan mineral, mencatat kinerja luar biasa dengan investasi Rp584,1 triliun, naik 43,3% dari tahun 2024. Mayoritas investasi hilirisasi ini, yakni 73,5 persen, masih berasal dari penanaman modal asing (PMA). Singapura, Hong Kong, dan Tiongkok tercatat sebagai tiga negara asal investor terbesar untuk sektor ini.

Di tengah tekanan global terhadap nilai tukar rupiah, pemerintah menyatakan iklim investasi nasional masih dalam kondisi stabil. "Pergerakan rupiah ini masih dalam rentang yang sangat bisa diterima oleh investor luar," tegas Rosan Roeslani. Sejumlah tantangan terkait kualitas investasi juga disoroti, termasuk terbatasnya penyerapan tenaga kerja yang sebanding dengan besarnya modal yang masuk di sektor energi. Namun, pemerintah optimis pertumbuhan investasi akan terus meningkat pada 2026, salah satunya didorong oleh peran serta investasi BPI Danantara di sektor-sektor prioritas, termasuk waste-to-energy.

Tentang Penulis
Arumi Nasha Razeta

Administrator di Berita Trending

Kata Kunci
investasi energi sektor di pemerintah tahun masih
Bagikan Artikel