7 Feb 2026 - Standard Chartered memproyeksikan perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5.2% pada 2026, meningkat dari perkiraan 5% pada tahun sebelumnya. Proyeksi ini disampaikan dalam acara Global Research Briefing (GRB) H1 2026 oleh bank global tersebut di Jakarta.
Senior Economist Standard Chartered Indonesia Aldian Taloputra menyatakan pertumbuhan 5.2% menandai fase pertumbuhan siklikal dan didukung oleh tiga pilar utama:
· Konsumsi domestik yang stabil, dengan perkiraan pertumbuhan konsumsi rumah tangga 4.8-5%.
· Pembelanjaan pemerintah yang tetap tinggi.
· Momentum investasi yang terjaga, terutama yang sejalan dengan program prioritas pemerintah seperti hilirisasi dan infrastruktur.
Bank juga memperkirakan Bank Indonesia akan mempertahankan sikap berhati-hati, dengan ruang penurunan suku bunga yang terbatas sekitar 25 basis poin pada 2026.
Proyeksi ini muncul di tengah kondisi ekonomi global yang digambarkan dengan tema "An Uneasy Calm" (ketenangan yang mencemaskan), ditandai stabilitas yang dibayangi ketidakpastian geopolitik dan pengawasan fiskal ketat. Chief Economist Standard Chartered untuk ASEAN dan Asia Selatan, Edward Lee, memproyeksikan pertumbuhan global stabil di 3.4%. Di kawasan ASEAN, negara dengan basis permintaan domestik kuat seperti Indonesia, India, dan Filipina diproyeksikan lebih tangguh dibandingkan negara yang lebih terekspos eksternal seperti Singapura dan Malaysia.
Proyeksi Standard Chartered sejalan dengan data kinerja ekonomi Indonesia sepanjang 2025 yang tercatat tumbuh 5.11%, didorong oleh konsumsi rumah tangga dan peningkatan investasi. CEO Standard Chartered Indonesia Donny Donosepoetro menegaskan prospek pertumbuhan Indonesia tetap kuat didukung permintaan domestik dan kerangka kebijakan makro yang mendukung, meski sentimen global masih berhati-hati.
Standard Chartered Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 5,2 Persen
Arumi Nasha Razeta
07 February 2026 08:37 WIB
Tentang Penulis
Arumi Nasha Razeta
Administrator di Berita Trending
Kata Kunci
indonesia
standard
chartered
5
global
pertumbuhan
2026