20 Jan 2026 - Pemerintah menginisiasi strategi terbaru yang berfokus pada pendampingan intensif dan digitalisasi untuk mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menembus pasar ekspor tahun ini. Langkah ini diambil setelah data tahun 2023 menunjukkan kontribusi UMKM terhadap ekspor nasional masih sekitar 15,7%, lebih rendah dibandingkan beberapa negara tetangga di ASEAN.
Strategi yang sedang dioptimalkan melibatkan kolaborasi menyeluruh antar kementerian, pemerintah daerah, dan pelaku usaha swasta. Fokus utamanya adalah pendampingan berkelanjutan untuk meningkatkan kapasitas produk, standarisasi kualitas, dan kuantitas agar memenuhi persyaratan rantai pasok global. Bank Indonesia, sebagai salah satu pemangku kebijakan, secara konsisten mendorong UMKM Go Digital dan Go Export melalui penguatan kurasi produk, akses promosi ke pasar global, serta literasi dan edukasi digital yang komprehensif.
Pada aspek digitalisasi, program pelatihan terus digencarkan untuk mengatasi kesenjangan literasi digital, yang masih menjadi tantangan utama terutama di luar pusat ekonomi. Pelatihan ini mencakup pemanfaatan platform e-commerce global, strategi pemasaran digital, hingga manajemen bisnis berbasis data. Berbagai platform digital besar juga turut serta memberikan pelatihan gratis untuk meningkatkan kemampuan teknis pelaku usaha.
Perkembangan terbaru menunjukkan optimisme dengan meningkatnya aktivitas ekspor UMKM. Sepanjang Januari hingga Oktober 2025, kegiatan business matching yang difasilitasi Kementerian Perdagangan telah mencetak transaksi dan potensi transaksi senilai 130,17 juta dolar AS. Pemerintah juga terus mengoptimalkan pemanfaatan ruang promosi di infrastruktur publik untuk memperluas visibilitas produk UMKM di dalam negeri.
Strategi Baru Pemerintah Dorong UMKM Go Digital Menembus Pasar Internasional Tahun Ini
Arumi Nasha Razeta
20 January 2026 13:16 WIB
Tentang Penulis
Arumi Nasha Razeta
Administrator di Berita Trending
Kata Kunci
umkm
digital
strategi
pemerintah
di
go
pasar