14 Feb 2026 - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan pengiriman kapal induk terbesar di dunia, USS Gerald R. Ford, ke Timur Tengah untuk bergabung dengan kelompok kapal induk USS Abraham Lincoln yang telah berada di kawasan tersebut. Langkah ini dilakukan di tengah ketegangan dengan Iran terkait program nuklir dan rudal balistiknya.
Pengumuman tersebut disampaikan Trump kepada wartawan pada Jumat (13/2/2026) setelah kunjungannya ke Fort Bragg, North Carolina. Ia menyatakan bahwa USS Gerald R. Ford akan bergerak dari Laut Karibia ke Timur Tengah "sangat segera". "In case we don’t make a deal, we’ll need it," ujar Trump, merujuk pada kemungkinan kegagalan negosiasi dengan Teheran. Kapal induk tersebut akan memperkuat kehadiran militer AS di wilayah yang dikelola Komando Pusat AS (CENTCOM).
USS Gerald R. Ford, yang merupakan kapal induk kelas Ford pertama dan terbesar di armada AS dengan panjang sekitar 333 meter serta mampu mengangkut lebih dari 75 pesawat tempur, telah berada dalam penugasan sejak Juni 2025. Awalnya ditugaskan di wilayah lain, kapal ini kini diarahkan ulang ke Timur Tengah. Perjalanan dari Karibia diperkirakan memakan waktu sekitar tiga minggu, tergantung rute dan kondisi operasional.
Sebelumnya, pada Selasa (10/2/2026), Trump menyebutkan dalam wawancara dengan Axios bahwa ia sedang mempertimbangkan pengiriman kelompok kapal induk kedua ke kawasan tersebut. Saat itu, ia menyatakan keyakinan bahwa Iran bersedia mencapai kesepakatan nuklir. Namun, keputusan pengiriman ini diambil setelah pembicaraan tidak langsung di Oman pekan lalu tidak menghasilkan kemajuan signifikan.
USS Abraham Lincoln dan kelompok serangnya telah ditempatkan di Laut Arab sejak akhir Januari 2026, disertai kapal perusak rudal kendali, pesawat tempur, serta aset pengawasan lainnya. Penambahan USS Gerald R. Ford akan menempatkan dua kelompok kapal induk AS di wilayah tersebut, meningkatkan kemampuan proyeksi kekuatan militer AS di dekat perairan Teluk Persia dan Selat Hormuz.
Pergerakan ini merupakan bagian dari peningkatan kehadiran militer AS di Timur Tengah sejak akhir Januari 2026, yang mencakup penambahan ribuan personel, pesawat tempur, serta sistem pertahanan rudal. Pentagon menyatakan bahwa langkah tersebut bertujuan mendukung upaya diplomatik sekaligus menjaga kesiapan operasional jika diperlukan.
Hingga Jumat malam waktu setempat, USS Gerald R. Ford telah diberitahu kru mengenai perubahan tugas. Proses persiapan keberangkatan sedang dilakukan, sementara koordinasi dengan sekutu regional terus berlangsung. Pemerintah AS menegaskan bahwa pengiriman ini tidak mengubah komitmen untuk mencari solusi diplomatis atas isu nuklir Iran.
Trump Arahkan Kapal Induk Terbesar AS ke Timur Tengah Dekati Iran
Arumi Nasha Razeta
14 February 2026 19:04 WIB
Update: 14 February 2026 19:04 WIB
Tentang Penulis
Arumi Nasha Razeta
Administrator di Berita Trending
Kata Kunci
di
kapal
as
induk
uss
ke
tengah