Lingkungan 2 menit baca 20 dilihat Featured

BMKG Catat Badai Magnetik G4 Hantam Bumi, Dampak di Indonesia Terbatas

Arumi Nasha Razeta
21 January 2026 23:04 WIB

21 Jan 2026 - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat Bumi terkena dampak badai geomagnetik atau badai Matahari dengan skala berat (level G4) sejak dini hari, 20 Januari 2026, yang dipicu oleh aktivitas ledakan Matahari beberapa hari sebelumnya. Meskipun fenomena global ini dikategorikan parah (Severe), BMKG memastikan dampak fisik langsung di wilayah Indonesia relatif terbatas akibat posisi geografis negara yang berada di lintang rendah dekat ekuator geomagnetik.

Pemicu dan Skala Gangguan Global

· Penyebab: Badai ini dipicu oleh suar Matahari (solar flare) kelas X1.9 yang terjadi pada 18 Januari 2026, yang diikuti oleh lontaran massa korona (Coronal Mass Ejection/CME) ke arah Bumi.
· Skala Global: Berdasarkan pengamatan National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), badai ini mencapai skala G4, yang merupakan kategori berat dalam skala cuaca antariksa.
· Indikator Lokal: Pemantauan BMKG di stasiun pengamatannya, seperti di Tondano, Sulawesi Utara, mencatat Indeks K lokal mencapai nilai 8 hingga 9, yang mengindikasikan gangguan magnetik besar secara lokal. Indeks A maksimum yang tercatat di Indonesia adalah 63, mengonfirmasi skala kuat hingga berat.

Dampak Potensial dan Kondisi di Indonesia
Secara global, badai level G4 berpotensi menyebabkan gangguan yang signifikan, termasuk penurunan akurasi sistem navigasi satelit (GPS), gangguan komunikasi radio frekuensi tinggi (HF), fluktuasi pada sistem kelistrikan, serta gangguan operasional satelit. Fenomena aurora juga dilaporkan muncul di sejumlah negara lintang tinggi seperti China, Italia, dan Jerman. Di Indonesia, BMKG menyatakan dampak langsung akan sangat teredam. Ketua Tim Kerja Geofisika Potensial BMKG, Syirojudin, menjelaskan bahwa Indonesia terlindungi oleh fenomena equatorial electrojet yang bertindak sebagai perisai alami terhadap partikel energetik Matahari. Posisi Indonesia di sekitar ekuator geomagnetik, di mana medan magnet Bumi paling horizontal, membuat wilayah ini tidak merasakan dampak terburuk yang biasanya terjadi di daerah kutub.

Pernyataan Resmi dan Imbauan
BMKG menegaskan bahwa fenomena ini tidak berdampak langsung pada kesehatan manusia dan infrastruktur kelistrikan nasional, termasuk jaringan PLN, dinyatakan aman dari risiko fatal. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang. BMKG juga meminta operator terkait untuk memantau kualitas sinyal satelit dan komunikasi selama periode gangguan berlangsung. Informasi terkini mengenai aktivitas geomagnetik dapat diakses melalui kanal pemantauan resmi BMKG.

Tentang Penulis
Arumi Nasha Razeta

Administrator di Berita Trending

Kata Kunci
di bmkg indonesia badai dampak skala gangguan
Bagikan Artikel