Lingkungan 2 menit baca 6 dilihat

BMKG: Delapan Perairan Indonesia Berpotensi Gelombang Tinggi

Arumi Nasha Razeta
07 February 2026 08:32 WIB

7 Feb 2026 - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berlaku hingga 8 Februari 2026. Peringatan ini menyebutkan delapan wilayah perairan Indonesia berpotensi mengalami gelombang dengan ketinggian signifikan yang dapat membahayakan aktivitas pelayaran.

Kondisi Gelombang Tinggi dan Pemicunya
Berdasarkan data BMKG, terdapat dua kategori potensi gelombang yang perlu diwaspadai:
Gelombang Sangat Tinggi (2.5 – 4.0 meter) berpeluang terjadi di:

· Samudra Hindia selatan Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.
· Samudra Pasifik utara Maluku dan Papua Barat Daya.
Gelombang Sedang (1.25 – 2.5 meter) diperkirakan melanda perairan yang lebih luas, mencakup Selat Malaka bagian utara, Laut Natuna Utara, Laut Jawa, Samudra Hindia selatan Bali hingga NTT, Selat Makassar, Laut Flores, Laut Sulawesi, Laut Arafuru, dan Samudra Pasifik utara Papua.
Kondisi ini dipicu oleh pola angin dengan kecepatan 4-25 knot serta pengaruh tiga bibit siklon tropis di sekitar wilayah Indonesia, yaitu 94W di Laut Filipina, 92S di Samudra Hindia barat Lampung, dan 98P di Australia bagian utara.

Dampak dan Imbauan Keselamatan
BMKG menegaskan bahwa kondisi gelombang tinggi ini berisiko terhadap keselamatan pelayaran, khususnya untuk kapal berukuran kecil hingga menengah. Lembaga tersebut memberikan imbauan keselamatan yang spesifik berdasarkan jenis kapal:

· Perahu Nelayan: Diimbau waspada jika kecepatan angin melebihi 15 knot dan gelombang di atas 1.25 meter.
· Kapal Ferry: Disarankan menghindari angin lebih dari 21 knot dan gelombang di atas 2.5 meter.
· Kapal Besar (Kargo/Pesiar): Dianjurkan menghindari area dengan angin lebih dari 27 knot dan gelombang di atas 4 meter.
Masyarakat pesisir, nelayan, dan operator transportasi laut diminta untuk senantiasa memantau informasi terkini dari kanal resmi BMKG dan menunda pelayaran jika kondisi dinilai tidak aman.

Situasi Terkini dan Kewaspadaan
Hingga hari ini, peringatan dini tersebut masih berlaku. BMKG melalui prakirawannya, Wilmar Rajagukguk, mengonfirmasi bahwa kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan Kepulauan Sermata-Kepulauan Letti, Laut Arafuru bagian barat, dan Selat Malaka bagian utara. Imbauan kewaspadaan tetap diperluas bagi masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di sekitar pesisir area yang berpeluang terdampak gelombang tinggi. Informasi lebih rinci dapat diakses melalui laman resmi BMKG untuk pemantauan cuaca maritim.

Tentang Penulis
Arumi Nasha Razeta

Administrator di Berita Trending

Kata Kunci
gelombang di laut bmkg tinggi utara meter
Bagikan Artikel