Pengelolaan sampah organik di apartemen sering menjadi tantangan karena keterbatasan ruang dan ventilasi. Salah satu solusi praktis adalah membuat kompos Takakura, metode fermentasi sampah dapur yang efisien dan ramah lingkungan. Dengan teknik ini, sampah sisa sayur dan buah dapat diubah menjadi pupuk organik yang bermanfaat untuk tanaman hias atau kebun kecil di balkon.
1. Siapkan wadah kompos Takakura
Gunakan wadah plastik atau ember dengan tutup rapat. Wadah berukuran 10–20 liter cukup untuk kebutuhan apartemen. Pastikan wadah memiliki keran kecil di bagian bawah untuk mengeluarkan cairan kompos (leachate) yang bisa digunakan sebagai pupuk cair. Wadah tertutup mencegah bau dan menjaga kelembapan optimal selama proses fermentasi.
2. Pilih sampah dapur yang sesuai
Gunakan sisa sayur, kulit buah, ampas kopi, dan daun teh. Hindari sampah hewani atau minyak goreng karena dapat menimbulkan bau dan memperlambat proses fermentasi. Potong atau hancurkan sampah menjadi bagian kecil agar lebih cepat terurai dan mengurangi volume.
3. Tambahkan bahan pengurai tambahan
Campurkan bahan kering seperti serbuk gergaji, kertas bekas, atau dedaunan kering untuk menyeimbangkan kadar air dan karbon dalam wadah. Kompos Takakura bekerja optimal dengan rasio sampah basah dan bahan pengurai kering sekitar 3:1. Keseimbangan ini mencegah bau dan mempercepat proses pembusukan menjadi kompos.
4. Aduk dan tekan sampah secara berkala
Setiap 2–3 hari, aduk atau tekan sampah agar udara terdistribusi merata. Hal ini membantu mikroba pengurai bekerja lebih efisien dan mencegah timbulnya bau tidak sedap. Tekanan ringan juga mendorong pelepasan cairan kompos yang dapat dikumpulkan melalui keran wadah.
5. Pantau kelembapan dan suhu
Kompos Takakura ideal berada pada kelembapan sekitar 50–60% dan suhu ruang normal. Jika terlalu kering, tambahkan sedikit air; jika terlalu basah, tambahkan bahan kering. Kondisi ini menjaga aktivitas mikroba tetap optimal dan mempercepat proses fermentasi.
6. Panen kompos dan gunakan leachate
Setelah 3–4 minggu, kompos siap digunakan. Hasilnya berupa pupuk berwarna cokelat gelap, berbau tanah, dan gembur. Cairan hasil fermentasi dapat diencerkan 1:10 untuk digunakan sebagai pupuk cair tanaman hias atau sayuran di balkon.
Dengan membuat kompos Takakura, penghuni apartemen dapat mengelola sampah dapur secara efektif, mengurangi volume sampah, dan menghasilkan pupuk organik bermanfaat. Metode ini mudah diterapkan di ruang terbatas, mendukung praktik ramah lingkungan, dan memberikan kontribusi positif terhadap pengelolaan sampah perkotaan.
Cara Membuat Kompos Takakura dari Sampah Dapur di Apartemen
Arumi Nasha Razeta
14 January 2026 04:41 WIB
Tentang Penulis
Arumi Nasha Razeta
Administrator di Berita Trending
Kata Kunci
sampah
kompos
wadah
takakura
di
fermentasi
dapat