Lingkungan 2 menit baca 11 dilihat

Cara Memulai dan Mengelola Bank Sampah di Lingkungan Rumah Tangga

Arumi Nasha Razeta
26 January 2026 23:34 WIB

Bank sampah menjadi salah satu solusi praktis untuk mengurangi volume sampah rumah tangga sekaligus memberikan nilai ekonomi. Konsep ini sudah banyak diterapkan di berbagai daerah di Indonesia, di mana masyarakat menabung sampah anorganik yang kemudian ditukar dengan uang atau barang. Agar bank sampah dapat berjalan efektif di lingkungan rumah tangga, diperlukan langkah-langkah terstruktur yang mudah diterapkan.

1. Membentuk Kelompok Pengelola
- Libatkan anggota keluarga atau tetangga terdekat untuk menjadi pengurus sederhana.
- Tentukan peran, misalnya pencatat, penimbang, dan pengumpul, agar tugas lebih jelas.
- Dengan adanya struktur, kegiatan lebih terorganisasi dan berkelanjutan.

2. Menentukan Lokasi dan Fasilitas
- Sediakan tempat khusus untuk menampung sampah anorganik, seperti botol plastik, kertas, dan kaleng.
- Gunakan wadah terpisah sesuai jenis sampah agar lebih mudah saat dijual.
- Lokasi sebaiknya mudah diakses oleh anggota rumah tangga.

3. Membuat Sistem Pencatatan
- Catat setiap setoran sampah dengan buku atau aplikasi sederhana.
- Berikan “tabungan” berupa poin atau nominal rupiah sesuai berat sampah.
- Sistem ini membantu transparansi dan memotivasi anggota untuk rutin menyetor.

4. Menjalin Kerja Sama dengan Pengepul
- Hubungi pengepul atau bank sampah induk di wilayah sekitar untuk menjual hasil kumpulan.
- Tentukan jadwal pengambilan agar sampah tidak menumpuk terlalu lama.
- Kerja sama ini memastikan sampah benar-benar masuk ke jalur daur ulang.

5. Edukasi Anggota Rumah Tangga
- Ajarkan cara memilah sampah sejak awal, misalnya memisahkan plastik dari organik.
- Gunakan contoh nyata, seperti botol minuman yang bisa dijual kembali.
- Edukasi sederhana membantu anak-anak dan anggota keluarga terbiasa dengan pola ini.

6. Menyusun Jadwal Rutin
- Tetapkan hari tertentu untuk menimbang dan mencatat setoran sampah.
- Dengan jadwal tetap, kegiatan lebih konsisten dan tidak mudah terhenti.
- Rutinitas ini juga memudahkan koordinasi dengan pengepul.

7. Mengembangkan Manfaat Tambahan
- Dana hasil penjualan bisa digunakan untuk kebutuhan bersama, seperti membeli peralatan kebersihan.
- Bank sampah juga dapat menjadi sarana edukasi lingkungan di tingkat RT atau komunitas kecil.
- Dengan manfaat nyata, partisipasi masyarakat akan lebih terjaga.

Mengelola bank sampah di rumah tangga bukan hanya membantu mengurangi sampah, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi dan kebiasaan ramah lingkungan. Dengan langkah-langkah sederhana seperti pencatatan, kerja sama dengan pengepul, dan edukasi keluarga, bank sampah dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari yang berkelanjutan.

Tentang Penulis
Arumi Nasha Razeta

Administrator di Berita Trending

Kata Kunci
sampah di bank rumah tangga anggota lebih
Bagikan Artikel