Lingkungan 2 menit baca 35 dilihat

Cara Mengolah Sampah Rumah Tangga Menjadi Kompos Dengan Metode Sederhana

Arumi Nasha Razeta
29 January 2026 21:18 WIB

Pengelolaan sampah rumah tangga menjadi isu penting di banyak kota di Indonesia. Volume sampah yang terus meningkat, terutama dari sisa makanan dan bahan organik, sering kali menimbulkan masalah lingkungan jika tidak ditangani dengan baik. Salah satu solusi sederhana dan bermanfaat adalah mengolah sampah organik menjadi kompos. Metode ini dapat dilakukan di rumah dengan peralatan sederhana, sekaligus membantu mengurangi beban sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir.

1. Pisahkan Sampah Organik dan Anorganik
- Sediakan wadah khusus untuk sampah organik seperti sisa sayuran, buah, daun kering, dan ampas kopi.
- Hindari mencampur dengan plastik, logam, atau kaca.
Pemilahan ini penting agar proses penguraian berjalan lancar dan kompos yang dihasilkan berkualitas baik.

2. Siapkan Wadah atau Lubang Kompos
- Gunakan ember, tong plastik, atau buat lubang di tanah dengan kedalaman sekitar 50–100 cm.
- Pastikan wadah memiliki lubang udara agar proses pembusukan tidak menimbulkan bau menyengat.
Wadah tertutup namun berventilasi membantu menjaga kelembapan dan sirkulasi udara yang dibutuhkan mikroorganisme.

3. Susun Bahan Secara Berlapis
- Letakkan bahan cokelat (daun kering, ranting kecil, kertas tak berwarna) sebagai lapisan dasar.
- Tambahkan bahan hijau (sisa sayuran, kulit buah, rumput segar) di atasnya.
- Ulangi hingga wadah terisi, lalu tutup dengan tanah tipis.
Perbandingan bahan cokelat dan hijau yang seimbang mempercepat proses penguraian.

4. Jaga Kelembapan dan Aerasi
- Siram sedikit air jika bahan terlihat kering, tetapi hindari kondisi terlalu basah.
- Aduk atau balik kompos setiap 1–2 minggu untuk memastikan oksigen masuk.
Langkah ini mencegah pembusukan anaerob yang menimbulkan bau tidak sedap.

5. Hindari Bahan yang Menghambat Proses
- Jangan masukkan minyak, tulang, daging, atau kotoran hewan peliharaan.
- Bahan tersebut sulit terurai dan berpotensi menarik hama.
Dengan membatasi jenis bahan, kompos dapat matang lebih cepat dan aman digunakan.

6. Tunggu Hingga Kompos Matang
- Proses biasanya memakan waktu 2–3 bulan, tergantung kondisi bahan dan perawatan.
- Kompos matang ditandai dengan warna gelap, tekstur gembur, dan tidak berbau.
Hasil ini dapat langsung digunakan sebagai pupuk alami untuk tanaman hias maupun sayuran di pekarangan.

Mengolah sampah rumah tangga menjadi kompos dengan metode sederhana tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga menghasilkan pupuk organik yang bermanfaat. Dengan langkah praktis ini, rumah tangga dapat berkontribusi pada pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan sekaligus mendukung pemanfaatan kembali sumber daya yang ada.

Tentang Penulis
Arumi Nasha Razeta

Administrator di Berita Trending

Kata Kunci
bahan sampah kompos di rumah organik tidak
Bagikan Artikel