Lingkungan 2 menit baca 47 dilihat

Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Longsor Awal Tahun

Arumi Nasha Razeta
15 January 2026 21:46 WIB

15 Jan 2026 - Cuaca ekstrem yang diprakirakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sejak awal tahun telah memicu serangkaian bencana hidrometeorologi, terutama banjir dan tanah longsor, di berbagai wilayah Indonesia hingga pertengahan Januari ini. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan situasi darurat masih berlaku di sejumlah daerah, dengan upaya tanggap darurat dan pemulihan terus dilakukan oleh pemerintah bersama elemen masyarakat.

Kombinasi beberapa dinamika atmosfer disebut BMKG sebagai penyebab utama hujan lebat hingga sangat lebat yang masih berpotensi terjadi hingga 19 Januari. Faktor-faktor tersebut meliputi penguatan Monsun Asia, keberadaan daerah tekanan rendah di Australia, serta aktivitas fenomena global seperti Madden-Julian Oscillation (MJO) yang meningkatkan pertumbuhan awan hujan. Kondisi ini diperparah oleh kejenuhan tanah setelah diguyur hujan berkepanjangan sejak akhir 2025, sehingga mengurangi daya serap air dan memicu aliran permukaan serta longsor.

Dampak Bencana di Beberapa Wilayah

· Sumatera: Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi sejak November 2025 masih menimbulkan dampak serius. Hingga 14 Januari, tercatat korban meninggal mencapai 1.190 orang dan 141 orang hilang, dengan ratusan ribu jiwa terdampak. Status Tanggap Darurat masih berlaku di Kabupaten Aceh Utara hingga 24 Januari 2026.
· Jawa: Di Jawa Barat, BPBD mencatat 18 kejadian bencana (banjir, cuaca ekstrem, longsor) dalam dua pekan awal tahun, berdampak pada puluhan ribu warga. Banjir bandang dan longsor juga baru terjadi di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, yang berdampak pada ribuan keluarga.
· Kalimantan & Lainnya: Banjir dilaporkan di Kabupaten Sintang (Kalimantan Barat) dan Kabupaten Banjar (Kalimantan Selatan), yang mengakibatkan ribuan keluarga terdampak dan kerusakan infrastruktur. Bencana serupa juga terjadi di wilayah seperti Maluku Utara dan Banten.

Hingga saat ini, BNPB bersama pemerintah daerah dan lembaga terkait masih melanjutkan operasi tanggap darurat. Bantuan logistik seperti sembako, terpal, dan peralatan kebersihan terus didistribusikan ke lokasi bencana. Di beberapa daerah seperti Aceh, proses pemulihan telah dimulai dengan pembangunan hunian sementara dan perbaikan infrastruktur dasar. BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terbaru dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan.

Tentang Penulis
Arumi Nasha Razeta

Administrator di Berita Trending

Kata Kunci
di bencana banjir longsor hingga masih cuaca
Bagikan Artikel