Lingkungan 2 menit baca 14 dilihat

Panduan Mengelola Sampah Rumah Tangga dengan Metode Kompos yang Sederhana

Arumi Nasha Razeta
18 January 2026 04:26 WIB

Pengelolaan sampah rumah tangga menjadi isu penting di banyak daerah, terutama dengan meningkatnya volume sampah organik yang dihasilkan setiap hari. Salah satu metode sederhana yang dapat diterapkan masyarakat adalah membuat kompos. Selain mengurangi jumlah sampah, kompos bermanfaat sebagai pupuk alami untuk tanaman. Berikut panduan praktis mengelola sampah rumah tangga dengan metode kompos sederhana.

1. Pisahkan Sampah Organik dan Anorganik
- Sampah organik meliputi sisa makanan, kulit buah, sayuran, dan daun kering.
- Sampah anorganik seperti plastik, kaca, dan logam harus dipisahkan agar tidak mencemari proses pengomposan.
- Kebiasaan memilah sampah sejak awal memudahkan pengelolaan dan meningkatkan kualitas kompos.

2. Siapkan Wadah atau Lubang Kompos
- Gunakan wadah tertutup seperti ember bekas, tong plastik, atau buat lubang di tanah dengan kedalaman sekitar 50–100 cm.
- Pastikan wadah memiliki ventilasi agar udara dapat masuk dan proses penguraian berjalan baik.
- Lokasi wadah sebaiknya jauh dari sumber air untuk mencegah pencemaran.

3. Masukkan Bahan Organik Secara Bertahap
- Masukkan sisa makanan, daun kering, atau rumput yang sudah dicacah kecil agar lebih cepat terurai.
- Hindari memasukkan bahan berlemak, berminyak, atau tulang karena sulit terurai dan dapat menimbulkan bau.
- Tambahkan tanah atau kompos lama sebagai starter untuk mempercepat proses penguraian.

4. Jaga Kelembaban dan Aerasi
- Semprotkan sedikit air jika bahan terlihat terlalu kering, tetapi jangan sampai terlalu basah.
- Aduk bahan kompos setiap 1–2 minggu untuk memastikan oksigen masuk dan mencegah pembusukan anaerob.
- Kelembaban dan aerasi yang baik mempercepat proses pembentukan kompos.

5. Tambahkan Bahan Penyeimbang
- Campurkan bahan kaya karbon seperti daun kering, kertas tanpa tinta, atau serbuk gergaji untuk menyeimbangkan sisa makanan yang kaya nitrogen.
- Perbandingan ideal adalah 2 bagian bahan karbon dan 1 bagian bahan nitrogen.
- Penyeimbangan ini membantu kompos tidak berbau dan menghasilkan tekstur yang baik.

6. Tunggu Hingga Kompos Matang
- Proses pengomposan biasanya memakan waktu 2–3 bulan tergantung kondisi bahan dan perawatan.
- Kompos matang ditandai dengan warna cokelat gelap, tekstur menyerupai tanah, dan tidak berbau menyengat.
- Kompos siap digunakan sebagai pupuk alami untuk tanaman di pekarangan atau kebun.

Mengelola sampah rumah tangga dengan metode kompos sederhana memberikan manfaat ganda: mengurangi beban sampah di lingkungan sekaligus menghasilkan pupuk organik yang berguna. Dengan langkah praktis seperti pemilahan, pengaturan kelembaban, dan penyeimbangan bahan, masyarakat dapat menerapkan cara ini secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.

Tentang Penulis
Arumi Nasha Razeta

Administrator di Berita Trending

Kata Kunci
kompos sampah bahan organik proses rumah tangga
Bagikan Artikel