Lingkungan 2 menit baca 8 dilihat

Panduan Mengolah Sampah Rumah Tangga Dengan Metode Kompos yang Sederhana

Arumi Nasha Razeta
28 January 2026 04:13 WIB

Pengelolaan sampah rumah tangga menjadi isu penting di banyak kota Indonesia. Volume sampah yang terus meningkat menimbulkan tantangan bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat. Salah satu cara sederhana yang dapat dilakukan di tingkat rumah tangga adalah mengolah sampah organik menjadi kompos. Metode ini tidak hanya mengurangi beban sampah, tetapi juga menghasilkan pupuk alami yang bermanfaat bagi tanaman. Berikut panduan praktis untuk membuat kompos dengan cara sederhana.

1. Pisahkan Sampah Organik dari Anorganik
- Sampah organik meliputi sisa makanan, kulit buah, sayuran, daun kering, dan ampas kopi.
- Hindari mencampur dengan plastik, logam, atau kaca karena tidak dapat terurai.
- Pemisahan sejak awal memudahkan proses pengomposan dan menjaga kualitas kompos.

2. Siapkan Wadah atau Lubang Kompos
- Gunakan ember, tong plastik, atau buat lubang di tanah dengan kedalaman sekitar 50–100 cm.
- Pastikan wadah memiliki ventilasi agar udara dapat masuk dan proses penguraian berjalan baik.
- Letakkan wadah di tempat teduh untuk menjaga kelembapan.

3. Cacah Sampah Organik Menjadi Potongan Kecil
- Potongan kecil mempercepat proses penguraian karena lebih mudah diurai mikroorganisme.
- Gunakan pisau dapur atau gunting khusus untuk mempercepat pekerjaan.
- Langkah ini membantu kompos matang lebih cepat.

4. Campurkan Bahan Kering dan Basah Secara Seimbang
- Bahan basah: sisa sayuran, buah, dan makanan.
- Bahan kering: daun kering, ranting kecil, atau kertas tanpa tinta.
- Perbandingan seimbang menjaga kadar karbon dan nitrogen yang dibutuhkan mikroorganisme.

5. Tambahkan Aktivator atau Bahan Pendukung
- Aktivator kompos dapat berupa EM4 (Effective Microorganisms), larutan gula, atau air cucian beras.
- Bahan ini mempercepat pertumbuhan mikroba pengurai.
- Jika tidak tersedia, kompos tetap dapat terbentuk, hanya membutuhkan waktu lebih lama.

6. Jaga Kelembapan dan Aduk Secara Berkala
- Kompos harus tetap lembap, tetapi tidak terlalu basah. Tambahkan air jika terlalu kering.
- Aduk setiap 5–7 hari untuk memastikan udara masuk dan proses penguraian merata.
- Bau menyengat biasanya muncul jika kompos terlalu basah atau kurang udara.

7. Tunggu Hingga Kompos Matang
- Proses pengomposan memakan waktu 1–3 bulan, tergantung bahan dan kondisi.
- Kompos matang ditandai dengan warna cokelat gelap, tekstur menyerupai tanah, dan tidak berbau.
- Setelah matang, kompos siap digunakan sebagai pupuk alami untuk tanaman.

Mengolah sampah rumah tangga dengan metode kompos sederhana memberikan manfaat ganda: mengurangi timbunan sampah sekaligus menyediakan pupuk organik yang ramah lingkungan. Dengan langkah-langkah praktis ini, rumah tangga dapat berkontribusi langsung dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mendukung keberlanjutan hidup sehari-hari.

Tentang Penulis
Arumi Nasha Razeta

Administrator di Berita Trending

Kata Kunci
kompos sampah dapat bahan rumah tangga organik
Bagikan Artikel