Lingkungan 2 menit baca 33 dilihat

Strategi Memilah Sampah Elektronik (E-Waste) dan Titik Penyerahan yang Tepat

Arumi Nasha Razeta
14 January 2026 04:53 WIB

Sampah elektronik atau e-waste merupakan salah satu jenis limbah rumah tangga yang perlu penanganan khusus. Perangkat elektronik yang sudah tidak digunakan, seperti ponsel, laptop, atau baterai, mengandung bahan berbahaya yang dapat mencemari lingkungan jika dibuang sembarangan. Memilah e-waste dengan benar dan menyerahkannya ke titik pengumpulan yang tepat membantu mendaur ulang material berharga sekaligus menjaga kesehatan lingkungan.

1. Identifikasi jenis e-waste yang dimiliki
Sebelum memilah, kenali perangkat yang sudah tidak terpakai. E-waste mencakup ponsel, komputer, printer, televisi, baterai, dan kabel elektronik. Klasifikasi ini memudahkan proses pemilahan dan menentukan jenis pengolahan yang tepat, karena setiap kategori memiliki prosedur daur ulang berbeda.

2. Pisahkan berdasarkan kategori dan kondisi
Bagi e-waste menjadi beberapa kelompok: perangkat elektronik besar, perangkat kecil, baterai, dan aksesori. Selain itu, pisahkan barang yang masih berfungsi dengan yang rusak total. Perangkat yang masih layak pakai dapat disumbangkan atau dijual kembali, sedangkan perangkat rusak harus diolah melalui jalur daur ulang resmi.

3. Hapus data pribadi dari perangkat elektronik
Sebelum menyerahkan e-waste seperti ponsel atau laptop, pastikan semua data pribadi dihapus. Reset perangkat ke pengaturan pabrik dan lepaskan kartu memori atau SIM. Langkah ini penting untuk melindungi privasi dan mencegah penyalahgunaan data.

4. Cari titik pengumpulan e-waste resmi
Kunjungi pusat pengumpulan resmi yang dikelola pemerintah, perusahaan elektronik, atau lembaga daur ulang bersertifikat. Banyak kota menyediakan drop box atau program pengambilan e-waste dari rumah. Memilih titik pengumpulan resmi memastikan limbah diproses sesuai standar lingkungan dan material berharga dapat didaur ulang.

5. Manfaatkan program daur ulang dari produsen
Beberapa produsen elektronik menawarkan program take-back, di mana konsumen dapat menyerahkan perangkat lama saat membeli yang baru. Program ini memudahkan konsumen sekaligus memastikan e-waste diolah dengan aman dan efisien.

6. Edukasi keluarga dan lingkungan sekitar
Libatkan anggota keluarga dalam memilah e-waste dan informasikan pentingnya pengelolaan limbah elektronik. Kesadaran kolektif meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program daur ulang, mengurangi pembuangan sembarangan, dan mendorong budaya ramah lingkungan.

Dengan menerapkan strategi memilah e-waste dan memanfaatkan titik penyerahan resmi, masyarakat dapat berkontribusi pada pengelolaan limbah elektronik yang aman dan berkelanjutan. Praktik ini tidak hanya melindungi lingkungan, tetapi juga membantu memaksimalkan nilai material dari perangkat elektronik yang sudah tidak terpakai.

Tentang Penulis
Arumi Nasha Razeta

Administrator di Berita Trending

Kata Kunci
e waste elektronik perangkat ulang lingkungan memilah
Bagikan Artikel