Ekonomi 2 menit baca 4 dilihat

AHY Soroti Ketahanan Ekonomi Nasional di Tengah Ketegangan Global

Arumi Nasha Razeta
05 February 2026 23:08 WIB

5 Feb 2026 - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko Infrastruktur), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menekankan bahwa ketahanan nasional adalah fondasi utama menghadapi dinamika global yang penuh tantangan pada 2026. Pernyataan ini disampaikan dalam forum ekonomi Nusantara Economic Outlook (NEO) 2026, Rabu (4/2/2026). Ia menilai ekonomi dan geopolitik global kini tidak dapat dipisahkan dari isu kedaulatan nasional.

Pembahasan berfokus pada empat megatren global yang menjadi tantangan besar, yaitu krisis iklim, ketegangan geopolitik yang meningkat, urbanisasi global yang pesat, dan peningkatan ketimpangan antarkelompok masyarakat maupun antarwilayah. Sebelumnya, dalam Taklimat Awal Tahun 2026 di Bogor pada awal Januari, AHY juga menyoroti pentingnya refleksi atas dinamika global, tekanan ekonomi di berbagai negara, serta tantangan pemulihan pascabencana di sejumlah wilayah Indonesia. Latar belakang ini sejalan dengan laporan World Economic Forum yang menempatkan konfrontasi geoekonomi dan konflik bersenjata antarnegara sebagai risiko global utama pada tahun ini.

Menghadapi tantangan tersebut, AHY menyatakan prioritas ekonomi nasional harus bertumpu pada ketahanan pangan, kedaulatan energi, dan ketersediaan air bersih. Konsep ketahanan nasional (resilience) saat ini tidak hanya dimaknai sebagai kesiapan menghadapi guncangan, tetapi juga kemampuan untuk bangkit dengan cepat dari krisis. Dalam kesempatan terpisah di Indonesia Economic Summit (IES) 2026, Selasa (3/2/2026), AHY menyebutkan bahwa infrastruktur berperan sebagai tulang punggung pertumbuhan dan solusi atas ketimpangan pembangunan, termasuk untuk mendukung ketahanan pangan, energi, dan air.

Pemerintah memproyeksikan sinyal positif perekonomian domestik di awal 2026. Aktivitas manufaktur nasional, berdasarkan Purchasing Managers' Index (PMI), tercatat menguat dengan peningkatan ke level 52,6 pada Januari 2026. Stabilitas harga juga terjaga dengan inflasi tahunan 3,55% pada bulan yang sama, meski terdapat pengaruh faktor sementara. Sementara itu, kinerja ekspor Indonesia pada 2025 tumbuh 11,64%, ditopang oleh peningkatan ekspor industri pengolahan.

Tentang Penulis
Arumi Nasha Razeta

Administrator di Berita Trending

Kata Kunci
2026 global nasional di ahy ketahanan ekonomi
Bagikan Artikel