Ekonomi 2 menit baca 11 dilihat Featured

Bitcoin Anjlok ke Bawah 90.000 Dolar AS Imbas Ketegangan Geopolitik

Arumi Nasha Razeta
21 January 2026 20:02 WIB

21 Jan 2026 - Harga Bitcoin mengalami penurunan tajam, menembus di bawah level 90.000 dolar AS, pada perdagangan hari ini. Tekanan jual yang intens membawa harga aset kripto terbesar itu ke posisi 88.993 dolar AS, atau merosot 3,78 persen dalam 24 jam terakhir. Koreksi ini merupakan bagian dari pelemahan yang lebih luas di pasar aset digital, yang dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik global.

Penurunan harga terjadi di tengah memanasnya kembali kekhawatiran perang dagang antara Amerika Serikat dan Uni Eropa. Tekanan dimulai setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif impor terhadap sejumlah negara Eropa yang menentang rencana pembelian Greenland oleh AS. Ancaman ini telah memicu sentimen "risk-off" atau menghindari risiko di pasar keuangan global, yang turut berdampak pada aset kripto. Dampaknya tidak hanya pada Bitcoin; aset kripto utama lainnya seperti Ethereum, Binance Coin, XRP, dan Solana juga tercatat melemah signifikan.

Data dari platform analisis pasar kripto menunjukkan bahwa tekanan jual yang mendorong pelemahan ini menyebabkan likuidasi besar-besaran posisi perdagangan berleverage. Lebih dari 865 juta dolar AS dalam posisi leverage terlikuidasi dalam periode tersebut, dengan mayoritas berasal dari posisi long atau spekulasi kenaikan harga. Kondisi ini diperparah dengan keluarnya dana dari produk exchange-traded fund (ETF) Bitcoin dan pergerakan coin dalam jumlah besar ke bursa oleh pemegang dana besar.

Pada pukul 09.52 WIB, Bitcoin sempat menyentuh level terendah harian di 87.800 dolar AS sebelum bergerak fluktuatif. Kapitalisasi pasar Bitcoin tercatat sekitar 1,77 triliun dolar AS, sementara dominasinya terhadap total pasar kripto tetap berada di atas 59 persen. Beberapa analis menilai koreksi ini sebagai penyesuaian sementara yang didorong faktor makroekonomi, sementara yang lain mempertanyakan apakah ini awal dari periode "crypto winter" atau musim dingin aset kripto yang berkepanjangan.

Tentang Penulis
Arumi Nasha Razeta

Administrator di Berita Trending

Kata Kunci
as bitcoin dolar di kripto aset pasar
Bagikan Artikel