Mengelola keuangan rumah tangga merupakan tantangan yang dihadapi banyak keluarga di Indonesia. Kenaikan harga kebutuhan pokok, biaya pendidikan, serta pengeluaran tak terduga sering kali membuat anggaran rumah tangga berisiko defisit. Jika tidak diatur dengan baik, kondisi ini dapat berujung pada utang yang membebani. Berikut beberapa langkah praktis yang dapat diterapkan untuk menjaga keuangan rumah tangga tetap sehat.
1. Susun Anggaran Bulanan Secara Rinci
- Catat seluruh sumber pendapatan keluarga, baik gaji maupun tambahan lain.
- Buat daftar pengeluaran tetap seperti listrik, air, transportasi, dan cicilan.
- Sisihkan porsi untuk kebutuhan harian, tabungan, serta dana darurat.
Dengan anggaran yang jelas, keluarga dapat memantau arus kas dan menghindari pengeluaran di luar kemampuan.
2. Bedakan Kebutuhan dan Keinginan
- Prioritaskan kebutuhan pokok seperti makanan, pendidikan, dan kesehatan.
- Tunda atau batasi pengeluaran untuk barang konsumtif yang tidak mendesak.
Fenomena konsumsi berlebihan sering terjadi karena dorongan tren atau promosi digital. Dengan disiplin membedakan kebutuhan dan keinginan, risiko utang konsumtif dapat ditekan.
3. Siapkan Dana Darurat
- Idealnya, dana darurat mencakup 3–6 bulan biaya hidup.
- Simpan dalam instrumen likuid seperti tabungan atau deposito.
Dana darurat membantu keluarga menghadapi situasi tak terduga, misalnya sakit atau kehilangan pekerjaan, tanpa harus bergantung pada pinjaman.
4. Batasi Penggunaan Kartu Kredit dan Pinjaman Online
- Gunakan kartu kredit hanya untuk transaksi terencana dan segera lunasi sebelum jatuh tempo.
- Hindari pinjaman online dengan bunga tinggi yang dapat menjerat keuangan.
Data OJK menunjukkan peningkatan kasus gagal bayar pinjaman digital, sehingga kehati-hatian sangat diperlukan.
5. Terapkan Kebiasaan Menabung dan Investasi Sederhana
- Sisihkan minimal 10% pendapatan untuk tabungan rutin.
- Pertimbangkan investasi aman seperti emas atau reksa dana pasar uang.
Langkah ini tidak hanya menjaga stabilitas keuangan, tetapi juga memberi peluang pertumbuhan aset jangka panjang.
6. Evaluasi Pengeluaran Secara Berkala
- Lakukan pencatatan harian atau mingguan untuk menilai pola belanja.
- Koreksi pos pengeluaran yang tidak sesuai anggaran.
Evaluasi berkala membantu keluarga menyesuaikan strategi keuangan dengan kondisi aktual, misalnya saat harga kebutuhan pokok naik.
Menjaga keuangan rumah tangga agar terhindar dari utang bukan sekadar soal menekan pengeluaran, tetapi juga membangun kebiasaan finansial yang sehat. Dengan anggaran terencana, disiplin membedakan kebutuhan, serta kesiapan menghadapi kondisi darurat, keluarga dapat lebih tenang dalam menjalani kehidupan sehari-hari tanpa terbebani risiko utang.
Cara Mengelola Keuangan Rumah Tangga Agar Terhindar Dari Risiko Utang
Arumi Nasha Razeta
29 January 2026 21:14 WIB
Tentang Penulis
Arumi Nasha Razeta
Administrator di Berita Trending
Kata Kunci
keuangan
kebutuhan
pengeluaran
keluarga
dapat
rumah
tangga