Ekonomi 2 menit baca 16 dilihat

Cara Mengelola Keuangan Rumah Tangga dengan Skema Alokasi Gaji Bulanan

Arumi Nasha Razeta
28 January 2026 22:59 WIB

Mengelola keuangan rumah tangga dengan skema alokasi gaji bulanan menjadi kebutuhan penting di tengah meningkatnya biaya hidup dan kompleksitas kebutuhan keluarga. Banyak keluarga di Indonesia menghadapi tantangan dalam menjaga keseimbangan antara pengeluaran rutin, tabungan, dan kebutuhan mendesak. Dengan perencanaan yang sistematis, gaji bulanan dapat dialokasikan secara lebih efektif sehingga rumah tangga tetap stabil secara finansial.

1. Tentukan Persentase Alokasi Dasar
Langkah pertama adalah menetapkan persentase alokasi dari gaji bulanan. Model yang sering digunakan adalah skema 50-30-20:
- 50% untuk kebutuhan pokok (makan, transportasi, listrik, pendidikan anak).
- 30% untuk kebutuhan sekunder (hiburan, gaya hidup, cicilan non-esensial).
- 20% untuk tabungan dan investasi.
Skema ini dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing keluarga, terutama bila ada cicilan rumah atau biaya pendidikan yang lebih besar.

2. Pisahkan Rekening untuk Kebutuhan Berbeda
Praktik yang semakin populer adalah membuka lebih dari satu rekening bank. Misalnya, satu rekening khusus untuk kebutuhan pokok, satu untuk tabungan, dan satu untuk pengeluaran gaya hidup. Pemisahan ini membantu menghindari pencampuran dana sehingga lebih mudah mengontrol arus keluar masuk uang.

3. Prioritaskan Dana Darurat
Fenomena sosial seperti pandemi atau kenaikan harga bahan pokok menunjukkan pentingnya dana darurat. Idealnya, dana darurat setara dengan 3–6 bulan pengeluaran rumah tangga. Sisihkan sebagian dari gaji bulanan untuk membangun dana ini secara bertahap agar keluarga siap menghadapi kondisi tak terduga.

4. Catat dan Evaluasi Pengeluaran Bulanan
Gunakan aplikasi pencatat keuangan atau buku sederhana untuk merekam setiap pengeluaran. Evaluasi dilakukan setiap akhir bulan untuk melihat apakah alokasi sesuai rencana. Praktik ini membantu menemukan kebocoran anggaran, misalnya pengeluaran kecil yang sering diabaikan tetapi jumlahnya signifikan.

5. Sisihkan untuk Investasi Jangka Panjang
Selain tabungan, alokasikan sebagian gaji untuk investasi seperti reksa dana, emas, atau deposito. Tren masyarakat urban menunjukkan meningkatnya minat pada instrumen investasi yang relatif aman. Dengan langkah ini, keluarga tidak hanya menabung tetapi juga membangun aset jangka panjang.

6. Sesuaikan dengan Perubahan Sosial dan Ekonomi
Kenaikan harga kebutuhan pokok atau perubahan tarif listrik adalah fenomena yang terus terjadi. Oleh karena itu, alokasi gaji bulanan perlu fleksibel. Evaluasi rutin memungkinkan penyesuaian agar anggaran tetap relevan dengan kondisi aktual.

Mengelola gaji bulanan dengan skema alokasi yang jelas membantu rumah tangga menjaga stabilitas finansial, mengurangi risiko utang konsumtif, dan mempersiapkan masa depan. Dengan langkah-langkah praktis seperti pemisahan rekening, pencatatan pengeluaran, serta pembangunan dana darurat, keluarga dapat lebih tenang menghadapi dinamika ekonomi sehari-hari.

Tentang Penulis
Arumi Nasha Razeta

Administrator di Berita Trending

Kata Kunci
gaji bulanan kebutuhan alokasi pengeluaran dana rumah
Bagikan Artikel