Kesehatan 2 menit baca 60 dilihat Featured

Dokter Beri Penjelasan Soal Anak Dimandikan Saat Kena Cacar Air

Arumi Nasha Razeta
18 January 2026 13:50 WIB

18 Jan 2026 - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menegaskan anak-anak yang sedang terkena cacar air tidak hanya boleh, tetapi perlu untuk dimandikan. Pernyataan resmi ini dikeluarkan untuk meluruskan anggapan yang keliru bahwa memandikan anak saat cacar air dapat memperparah penyakit.

Menurut penjelasan Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI, Dr. dr. Ratni Indrawanti, Sp.A, mandi justru penting untuk menjaga kebersihan kulit dan mencegah timbulnya masalah lain seperti biang keringat. Mandi juga membantu anak merasa lebih nyaman meski tubuh sedang tidak fit. Selain mandi, orang tua disarankan memakaikan anak pakaian berbahan ringan agar tidak mudah berkeringat, mengingat salah satu gejala cacar air adalah demam.

Praktik Memandikan yang Tepat dan Aman
Mandi selama terkena cacar air harus dilakukan dengan cara yang tepat untuk menghindari iritasi kulit yang sensitif. Berikut adalah pedoman yang dianjurkan para ahli:

· Suhu Air: Gunakan air hangat, bukan air yang terlalu panas atau dingin.
· Sabun: Pilih sabun lembut, bebas pewangi dan alkohol, seperti sabun bayi.
· Teknik Mencuci: Bersihkan tubuh dengan cara menepuk-nepuk lembut. Hindari menggosok kulit dengan tangan, kain, atau spons.
· Teknik Mengeringkan: Keringkan tubuh dengan menepuk menggunakan handuk bersih, jangan digosok.
· Perawatan Setelah Mandi: Untuk meredakan gatal yang mungkin timbul, orang tua dapat mengoleskan losion yang mengandung calamine pada area kulit anak. Jika rasa gatal berlebihan, dianjurkan berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan obat antihistamin.

Risiko dan Hal yang Harus Dihindari
Tindakan yang sangat penting untuk dihindari adalah menggaruk bintil atau lepuhan cacar air. Menggaruk dapat menyebabkan luka, meningkatkan risiko infeksi bakteri, dan berpotensi meninggalkan bekas luka. Pastikan kuku anak selalu dalam kondisi pendek untuk meminimalkan risiko tersebut.

Di luar perawatan kulit, orang tua juga perlu memperhatikan asupan anak. Dianjurkan memberikan makanan bertekstur lunak seperti bubur, terutama jika ruam cacar muncul di area mulut dan menyebabkan nyeri saat menelan. Menjaga anak tetap terhidrasi dan mengonsumsi makanan bergizi juga penting untuk membantu pemulihan daya tahan tubuh.

Menanggapi situasi ini, dr. Ratni menyampaikan bahwa data spesifik jumlah kasus cacar air di Indonesia memang sulit didapat, namun terdapat laporan peningkatan kasus akhir-akhir ini, terutama pada anak-anak sekolah. Ia menegaskan bahwa cacar air sebenarnya dapat dicegah sejak dini melalui pemberian vaksin varisela yang sudah tersedia di Indonesia.

Tentang Penulis
Arumi Nasha Razeta

Administrator di Berita Trending

Kata Kunci
anak air cacar mandi kulit dapat tubuh
Bagikan Artikel