13 Feb 2026 - Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan stok 12 bahan pokok strategis nasional dalam kondisi surplus dan lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadan hingga Idulfitri 2026. Proyeksi Neraca Pangan Nasional 2026 per Februari menunjukkan seluruh komoditas utama memiliki ketersediaan yang memadai hingga akhir Maret yang bertepatan dengan periode Hari Raya .
Kepala Bapanas yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan bahwa stok beras yang dikelola Perum Bulog per 11 Februari 2026 mencapai 3,41 juta ton dan diproyeksikan meningkat menjadi 3,8 juta ton pada akhir Februari serta berpotensi menembus 4 juta ton pada Maret 2026. Realisasi serapan Bulog dari produksi dalam negeri juga melonjak lebih dari 500 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, mencapai 240,4 ribu ton setara beras . Secara agregat, neraca beras nasional diproyeksikan surplus 14,83 juta ton pada akhir Maret .
Kondisi surplus juga terjadi pada komoditas strategis lainnya. Jagung diproyeksikan surplus 4,99 juta ton, kedelai 295,1 ribu ton, dan bawang merah 60,1 ribu ton. Untuk komoditas protein hewani, daging ayam surplus 586,2 ribu ton dan telur ayam ras 267,25 ribu ton. Sementara itu, minyak goreng diproyeksikan berada di level 3,56 juta ton dan gula konsumsi 768,77 ribu ton . Pemerintah mencatat bawang merah telah mencapai swasembada dengan realisasi ekspor 1.560 ton sepanjang 2025 .
Pemerintah menyatakan tantangan utama saat ini bukan pada ketersediaan stok, melainkan pada penguatan rantai pasok dan stabilitas harga di tingkat konsumen. Bapanas bersama kementerian dan lembaga terkait mengoptimalkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Gerakan Pangan Murah (GPM), serta Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP). Satuan Tugas Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Pangan juga diperkuat untuk mengawasi potensi penimbunan, pelanggaran Harga Eceran Tertinggi (HET), dan pengambilan keuntungan berlebih .
Di tingkat daerah, PT Food Station Tjipinang Jaya mencatat stok beras yang dikelola mencapai 80.000 ton dengan kebutuhan normal Jakarta 2.500 ton per hari. Sementara itu, Perumda Pasar Jaya meningkatkan frekuensi pasar murah hingga mendekati 500 kali sepanjang 2026, hampir dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya, untuk menjaga daya beli masyarakat . Satgas Pangan Polri juga memfokuskan pengawasan pada komoditas seperti Minyakita, daging ayam ras, dan cabai rawit yang di beberapa wilayah masih berada di atas harga acuan akibat curah hujan tinggi .
Stok Pangan Jelang Ramadan Lebih dari Cukup
Arumi Nasha Razeta
13 February 2026 06:12 WIB
Tentang Penulis
Arumi Nasha Razeta
Administrator di Berita Trending
Kata Kunci
ton
pangan
2026
juta
ribu
stok
surplus