25 Jan 2026 - Inflasi Indeks Harga Konsumen Indonesia mencatat kenaikan menjadi 2,92 persen (year-on-year) pada Desember 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat inflasi bulanan (month-to-month) sebesar 0,64 persen pada bulan tersebut. Angka ini merupakan tingkat inflasi tahunan tertinggi sejak April 2024.
Inflasi pada Desember 2025 didorong kuat oleh kenaikan harga kelompok makanan, minuman, dan tembakau, yang mengalami inflasi sebesar 4,58 persen secara tahunan. Komoditas pangan seperti cabai merah, ikan segar, cabai rawit, beras, dan daging ayam ras memberikan andil terbesar. Ekonom menjelaskan tekanan ini dipicu peningkatan permintaan selama musim libur akhir tahun di tengah pasokan yang terbatas akibat kondisi musim hujan dan gangguan distribusi di beberapa wilayah. Selain pangan, kenaikan harga juga tercatat pada kelompok perumahan, transportasi, dan rekreasi. Inflasi inti, yang mengukur tekanan harga dari sisi permintaan dan ekspektasi, tercatat pada level 2,38 persen, angka tertinggi sejak Mei 2025. Secara keseluruhan, inflasi 2025 yang sebesar 2,92 persen ini lebih tinggi dibandingkan capaian 2024 sebesar 1,57 persen.
Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional menyatakan inflasi tetap terkendali dalam rentang sasaran nasional 1,5 hingga 3,5 persen. Sejumlah intervensi seperti Gerakan Pangan Murah dan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras disebut telah dilaksanakan untuk menjaga stabilitas. Bank Indonesia juga menilai inflasi tetap terjaga dalam sasaran dan meyakini inflasi akan tetap terkendali pada kisaran target di tahun 2026. Beberapa ekonom memproyeksikan inflasi pada awal 2026 masih berpotensi mengalami tekanan dari faktor pangan dan efek pembanding tahun lalu yang rendah, namun secara keseluruhan diperkirakan tetap berada dalam sasaran.
Inflasi Indonesia Naik Menjadi 2,92 Persen pada Desember 2025
Arumi Nasha Razeta
25 January 2026 16:36 WIB
Tentang Penulis
Arumi Nasha Razeta
Administrator di Berita Trending
Kata Kunci
inflasi
persen
pangan
2025
harga
2
sebesar