Kesehatan 2 menit baca 25 dilihat Featured

Kemenkes Imbau Masyarakat Waspada Penyakit Musim Hujan

Arumi Nasha Razeta
07 February 2026 08:39 WIB

7 Feb 2026 - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengeluarkan imbauan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai penyakit yang berpotensi meningkat selama puncak musim hujan dan periode pancaroba. Ancaman utama yang menjadi sorotan adalah Demam Berdarah Dengue (DBD) dan influenza, termasuk varian virus baru, yang semakin gencar menyebar seiring intensitas hujan tinggi.

DBD menjadi perhatian khusus karena tren kasus yang terus meningkat. Sepanjang tahun 2025, Indonesia mencatat lebih dari 161 ribu kasus dengan 673 kematian. Fadjar SM Silalahi dari Kemenkes menjelaskan bahwa penyakit ini sangat dipengaruhi faktor lingkungan, sehingga pencegahan kolektif menjadi kunci. Masyarakat didorong untuk disiplin menerapkan gerakan 3M Plus: menguras penampungan air, menutup rapat tempat air, mendaur ulang barang bekas, plus tindakan tambahan seperti menggunakan kelambu atau obat nyamuk. Selain itu, perlu diwaspadai pula pergeseran pola penyebaran DBD yang kini juga terjadi di wilayah dataran tinggi, yang sebelumnya dianggap lebih aman.

Di sisi lain, penyakit pernapasan seperti influenza juga menunjukkan peningkatan signifikan pada musim hujan. Berdasarkan data yang dipantau Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), kenaikan kasus influenza di Indonesia pada periode tertentu bahkan mencapai 55 persen. Masyarakat, khususnya di DKI Jakarta, diminta waspada karena puncak flu musiman diprediksi terjadi pada periode Februari hingga Maret 2026. Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menekankan bahwa pencegahan terbaik dilakukan dengan menjaga imunitas tubuh dan kesehatan lingkungan.

Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Universitas Padjadjaran, Anggraini Alam, mengingatkan bahwa anak-anak, terutama balita, adalah kelompok yang paling rentan terhadap penyakit musim hujan. Selain DBD dan flu, penyakit lain yang perlu diwaspadai meliputi diare, demam tifoid, leptospirosis (kencing tikus), hepatitis A, serta penyakit kulit akibat kontak dengan air banjir yang terkontaminasi. Langkah pencegahan terbaik adalah dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti mencuci tangan dengan sabun, mengonsumsi makanan dan minuman yang higienis, serta segera mengganti pakaian dan mandi setelah kehujanan.

Hingga saat ini, otoritas kesehatan tetap memantau situasi, termasuk potensi varian virus influenza baru. Masyarakat diimbau untuk tidak panik, tetapi tetap proaktif menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala mencurigakan seperti demam tinggi.

Tentang Penulis
Arumi Nasha Razeta

Administrator di Berita Trending

Kata Kunci
penyakit masyarakat hujan kesehatan kemenkes musim dbd
Bagikan Artikel