Kesehatan 3 menit baca 64 dilihat Featured

Kemenkes Konfirmasi Temuan Kasus Super Flu di Delapan Provinsi

Arumi Nasha Razeta
15 January 2026 16:07 WIB
Update: 06 February 2026 08:23 WIB

15 Jan 2026 - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengonfirmasi telah menemukan 62 kasus infeksi varian influenza A (H3N2) subclade K, yang populer disebut sebagai "super flu", di delapan provinsi hingga akhir Desember 2025. Varian ini pertama kali terdeteksi di Indonesia melalui sistem surveilans pada Agustus 2025 dan dikonfirmasi melalui pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) yang selesai pada 25 Desember tahun lalu.

Data Kemenkes menunjukkan distribusi kasus terbanyak berada di tiga provinsi: Jawa Timur (23 kasus), Kalimantan Selatan (18 kasus), dan Jawa Barat (10 kasus). Kasus lainnya tersebar di Sumatera Selatan (5 kasus), Sumatera Utara (3 kasus), Jawa Tengah, Sulawesi Utara, dan Daerah Istimewa Yogyakarta yang masing-masing mencatat 1 kasus. Secara demografis, mayoritas penderita, yaitu 64.5 persen atau 40 kasus, adalah perempuan. Berdasarkan kelompok usia, anak-anak berusia 1-10 tahun merupakan kelompok terbesar dengan persentase 35.5 persen.

Gejala yang dilaporkan serupa dengan influenza musiman pada umumnya, meliputi demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan. Kendati demikian, sejumlah ahli menyebut gejala seperti demam tinggi yang mencapai 39-41 derajat Celcius, nyeri otot hebat, dan kelelahan ekstrem perlu diwaspadai sebagai indikasi infeksi varian ini. Kemenkes menegaskan bahwa berdasarkan penilaian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), varian subclade K ini tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan penyakit dibandingkan clade influenza lainnya yang telah dikenal.

Secara global, varian subclade K pertama kali diidentifikasi oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC AS) pada Agustus 2025 dan telah dilaporkan di lebih dari 80 negara. Lonjakan kasus terjadi di beberapa negara, termasuk Amerika Serikat, di mana CDC memperkirakan sekitar 3.100 kematian akibat influenza pada musim tersebut dengan dominasi virus H3N2. Di kawasan Asia, varian ini juga telah terdeteksi di China, Korea Selatan, Jepang, Singapura, dan Thailand sejak Juli 2025.

Untuk mencegah penyebaran, Kemenkes mengimbau masyarakat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti mencuci tangan, menggunakan masker saat sakit atau di keramaian, serta memperkuat daya tahan tubuh. Vaksinasi influenza tahunan tetap dianjurkan, khususnya bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, anak-anak, dan penderita penyakit penyerta, karena efektif mencegah sakit berat, rawat inap, dan kematian. Masyarakat yang mengalami gejala diminta untuk beristirahat di rumah dan segera mengakses fasilitas kesehatan jika gejala memburuk atau tidak membaik dalam lebih dari tiga hari.

Situasi epidemi influenza di Indonesia saat ini dinilai masih terkendali dan tren kasus secara nasional tercatat mengalami penurunan dalam dua bulan terakhir. Kemenkes menyatakan akan terus memperkuat surveilans, pelaporan, dan kesiapsiagaan untuk merespons perkembangan situasi. Sementara itu, di tingkat daerah, Dinas Kesehatan Kota Bandung, Jawa Barat, salah satu provinsi dengan kasus terbanyak, telah meningkatkan kewaspadaan dan pemantauan ketat terhadap kasus influenza di wilayahnya.

Tentang Penulis
Arumi Nasha Razeta

Administrator di Berita Trending

Kata Kunci
kasus di influenza kemenkes varian telah provinsi
Bagikan Artikel