23 Jan 2026 - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi memperkenalkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) sebagai dana kekayaan negara (sovereign wealth fund) beraset US$1 triliun dalam pidato utamanya di World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). Keberadaan institusi keuangan strategis ini, kata Presiden, menempatkan Indonesia sebagai mitra yang setara di hadapan komunitas investasi global.
Dalam forum ekonomi bergengsi dunia tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa Danantara dibentuk pada Februari 2025 sebagai instrumen untuk mengelola modal negara secara efisien dan membiayai industri-industri masa depan. Dengan aset kelolaan senilai US$1 triliun atau sekitar Rp16.000 triliun, Danantara dirancang menjadi penggerak utama percepatan industrialisasi nasional. "Dengan Danantara, saya dapat berdiri di hadapan Anda semua sebagai mitra yang setara," tegas Presiden dalam pidatonya. Ia menambahkan bahwa Indonesia kini semakin menjadi negeri yang penuh peluang ekonomi.
Presiden juga memaparkan langkah-langkah penataan internal untuk memastikan kredibilitas dan kinerja Danantara. Saat ini, Danantara mengelola 1.044 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang akan dirasionalisasi menjadi sekitar 300 perusahaan untuk menciptakan efisiensi dan tata kelola berstandar internasional. Untuk mencapai standar tersebut, pemerintah membuka peluang perekrutan eksekutif terbaik, termasuk warga negara asing, untuk memimpin perusahaan-perusahaan dalam portofolio Danantara. Selain itu, dalam dua bulan pertama pemerintahannya, dilakukan efisiensi anggaran yang menghemat sekitar US$18 miliar dari program-program yang dinilai tidak efisien, untuk dialihkan ke proyek-proyek yang lebih berdampak.
Pengenalan Danantara ini disampaikan dalam konteks presentasi mengenai ketahanan ekonomi Indonesia. Presiden menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia kuat, dengan pertumbuhan konsisten di atas 5% per tahun dalam dekade terakhir, inflasi yang stabil, dan defisit fiskal yang terjaga. Ia juga menyitir laporan Dana Moneter Internasional (IMF) yang menyebut Indonesia sebagai "titik terang global". Hingga Jumat (23/1/2026) waktu Indonesia, rangkaian kegiatan Presiden dan delegasi Republik Indonesia di World Economic Forum 2026 masih berlanjut dengan agenda-agenda diplomasi ekonomi lainnya.
Presiden Perkenalkan Danantara Indonesia sebagai Mitra Setara di Forum WEF
Arumi Nasha Razeta
23 January 2026 13:27 WIB
Tentang Penulis
Arumi Nasha Razeta
Administrator di Berita Trending
Kata Kunci
indonesia
danantara
presiden
di
sebagai
2026
1