Ekonomi 2 menit baca 13 dilihat

Rupiah Diprediksi Bergerak Fluktuatif dan Cenderung Melemah Hari Ini

Arumi Nasha Razeta
23 January 2026 13:19 WIB

23 Jan 2026 - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada perdagangan hari ini, Jumat. Proyeksi ini muncul setelah mata uang nasional tercatat sebagai yang terlemah di kawasan Asia sepanjang awal tahun ini.

Pengamat ekonomi Ibrahim Assuaibi memproyeksikan rupiah akan bergerak di rentang Rp16.860 hingga Rp16.900 per dolar AS, dengan potensi penutupan yang menguat. Namun, tekanan terhadap rupiah masih kuat, ditandai dengan pelemahan pada kontrak derivatif Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore pagi ini sebesar 0.02% menjadi Rp16.842 per dolar AS. Sejak awal tahun hingga 21 Januari, rupiah telah terdepresiasi 1.51% terhadap dolar AS, kinerja terburuk dibandingkan mata uang utama Asia lainnya. Pada perdagangan Kamis (22/1) sore, rupiah ditutup pada level Rp16.936.

Sejumlah faktor global dan domestik mempengaruhi dinamika nilai tukar. Dari sisi eksternal, pasar mencermati pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menarik mundur ancaman tarif terhadap sejumlah negara Eropa, yang meredakan ketegangan perdagangan untuk sementara. Fokus pasar juga tertuju pada rilis data ekonomi utama AS hari ini, termasuk angka Produk Domestik Bruto dan Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi Inti (PCE). Di dalam negeri, isu praktik under invoicing dalam ekspor-impor dan defisit anggaran tahun 2025 yang mencapai 2.92% dari PDB turut menjadi perhatian investor. Pemerintah menargetkan defisit lebih rendah, yakni 2.48% dari PDB, dalam RAPBN 2026.

Bank Indonesia (BI) telah menyatakan komitmen untuk menjaga stabilitas rupiah. Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan kesiapan bank sentral untuk melakukan intervensi "dalam jumlah besar" guna mendukung mata uang, didukung oleh cadangan devisa yang kuat. Pada Rapat Dewan Gubernur Rabu (21/1), BI mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) pada level 4.75% untuk keempat kalinya berturut-turut. Kebijakan ini bertujuan menjaga daya tarik aset finansial dalam negeri di tengah lingkungan suku bunga global yang masih belum pasti.

Tentang Penulis
Arumi Nasha Razeta

Administrator di Berita Trending

Kata Kunci
rupiah as di terhadap dolar rp16 bi
Bagikan Artikel