Dana darurat merupakan salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas keuangan pribadi. Bagi pekerja dengan penghasilan sesuai upah minimum, menyiapkan dana darurat sering dianggap sulit karena keterbatasan ruang dalam anggaran bulanan. Namun, dengan strategi yang terukur, dana darurat tetap dapat dibangun secara bertahap untuk menghadapi kebutuhan mendesak seperti biaya kesehatan, kehilangan pekerjaan, atau perbaikan rumah.
1. Tentukan Target Dana Darurat
Langkah awal adalah menetapkan jumlah dana darurat yang ingin dicapai. Idealnya, dana darurat setara dengan 3–6 bulan pengeluaran rutin. Bagi pekerja dengan penghasilan minimum, target dapat dimulai dari 1 bulan pengeluaran, lalu ditingkatkan secara bertahap.
2. Sisihkan Persentase Kecil dari Gaji
Menyisihkan 5–10% dari gaji bulanan sudah cukup untuk memulai. Misalnya, dari gaji Rp3 juta, alokasikan Rp150 ribu–Rp300 ribu setiap bulan. Meski kecil, konsistensi akan membuat dana darurat terkumpul dalam jangka waktu tertentu.
3. Gunakan Rekening Terpisah
Menyimpan dana darurat di rekening berbeda membantu mencegah pencampuran dengan uang kebutuhan sehari-hari. Rekening tabungan tanpa kartu ATM atau rekening digital dengan akses terbatas dapat menjadi pilihan agar dana tidak mudah digunakan.
4. Kurangi Pengeluaran Tidak Prioritas
Fenomena konsumsi masyarakat menunjukkan pengeluaran untuk hiburan dan gaya hidup sering mengurangi ruang tabungan. Untuk membangun dana darurat, kurangi belanja non-esensial seperti makan di luar atau langganan layanan hiburan berbayar. Dana yang dihemat dapat dialihkan ke tabungan darurat.
5. Manfaatkan Program Tabungan Mikro
Beberapa bank dan koperasi menyediakan produk tabungan mikro dengan setoran kecil dan fleksibel. Program ini relevan bagi pekerja berpenghasilan minimum karena tidak membebani anggaran bulanan. Selain itu, tabungan mikro sering dilengkapi fitur otomatis yang membantu disiplin menabung.
6. Cari Sumber Tambahan Sementara
Jika memungkinkan, manfaatkan pekerjaan sampingan atau usaha kecil rumahan untuk menambah pemasukan. Pendapatan tambahan dapat langsung dialokasikan ke dana darurat tanpa mengganggu kebutuhan pokok.
7. Evaluasi dan Sesuaikan Secara Berkala
Dana darurat perlu dievaluasi setiap beberapa bulan. Jika pengeluaran meningkat akibat inflasi atau kebutuhan baru, target dana darurat harus disesuaikan. Evaluasi rutin memastikan dana tetap relevan dengan kondisi aktual.
Dengan langkah-langkah praktis ini, pekerja dengan penghasilan sesuai upah minimum tetap dapat membangun dana darurat secara bertahap. Menyisihkan sedikit dari gaji, memanfaatkan tabungan mikro, serta mengurangi pengeluaran tidak prioritas akan membantu menciptakan perlindungan finansial yang penting dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi.
Tips Mengatur Dana Darurat Bagi Pekerja dengan Penghasilan Sesuai Upah Minimum
Arumi Nasha Razeta
28 January 2026 23:09 WIB
Tentang Penulis
Arumi Nasha Razeta
Administrator di Berita Trending
Kata Kunci
dana
darurat
tabungan
dapat
pengeluaran
pekerja
minimum