Ekonomi 2 menit baca 17 dilihat

Tips Mengelola Keuangan Keluarga Agar Terhindar Dari Jebakan Hutang Piutang

Arumi Nasha Razeta
16 January 2026 02:27 WIB

Mengelola keuangan keluarga merupakan tantangan yang dihadapi banyak rumah tangga di Indonesia. Kebutuhan sehari-hari, biaya pendidikan, kesehatan, hingga gaya hidup sering kali membuat pengeluaran lebih besar daripada pemasukan. Jika tidak diatur dengan baik, kondisi ini dapat menjerumuskan keluarga ke dalam jebakan hutang piutang. Untuk mencegah hal tersebut, diperlukan langkah-langkah praktis yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

1. Membuat Anggaran Bulanan yang Realistis
Langkah pertama adalah menyusun anggaran bulanan sesuai pemasukan. Catat seluruh sumber pendapatan, kemudian alokasikan untuk kebutuhan pokok seperti makanan, transportasi, pendidikan, dan kesehatan. Sisihkan juga untuk tabungan dan dana darurat. Anggaran yang realistis membantu keluarga menghindari pengeluaran di luar kemampuan.

2. Membedakan Kebutuhan dan Keinginan
Sering kali masalah keuangan muncul karena sulit membedakan kebutuhan dengan keinginan. Kebutuhan adalah hal yang wajib dipenuhi, seperti biaya listrik atau belanja harian. Sementara keinginan lebih bersifat tambahan, misalnya membeli barang konsumtif atau hiburan. Dengan disiplin membatasi keinginan, keluarga dapat menjaga stabilitas finansial.

3. Menghindari Utang Konsumtif
Utang untuk kebutuhan konsumtif, seperti membeli barang mewah dengan cicilan, berisiko besar menimbulkan masalah keuangan. Jika terpaksa berutang, pastikan untuk hal produktif, misalnya modal usaha atau pendidikan. Utang produktif lebih memungkinkan memberikan manfaat jangka panjang dibandingkan sekadar memenuhi gaya hidup.

4. Menyediakan Dana Darurat
Dana darurat penting untuk menghadapi situasi tak terduga, seperti sakit atau kehilangan pekerjaan. Idealnya, dana darurat disiapkan sebesar tiga hingga enam kali pengeluaran bulanan. Dengan adanya dana ini, keluarga tidak perlu bergantung pada pinjaman saat menghadapi kondisi mendesak.

5. Memanfaatkan Layanan Keuangan yang Tepat
Gunakan produk keuangan resmi dan terpercaya, seperti tabungan bank atau asuransi kesehatan. Hindari pinjaman dari sumber tidak resmi yang sering kali mengenakan bunga tinggi. Layanan keuangan yang tepat membantu keluarga mengelola risiko tanpa menambah beban hutang.

6. Melibatkan Seluruh Anggota Keluarga
Pengelolaan keuangan sebaiknya menjadi tanggung jawab bersama. Libatkan pasangan dan anak-anak dalam memahami anggaran keluarga. Dengan komunikasi terbuka, setiap anggota dapat berkontribusi menjaga pengeluaran tetap terkendali.

Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, keluarga dapat mengelola keuangan secara lebih teratur dan terhindar dari jebakan hutang piutang. Pengaturan yang disiplin bukan hanya menjaga kestabilan finansial, tetapi juga memberikan rasa aman dalam menghadapi kebutuhan hidup yang terus berkembang.

Tentang Penulis
Arumi Nasha Razeta

Administrator di Berita Trending

Kata Kunci
keluarga keuangan kebutuhan langkah seperti dana mengelola
Bagikan Artikel