22 Jan 2026 - Pemerintah Indonesia secara resmi menyatakan bergabung dengan Dewan Perdamaian (Board of Peace), sebuah inisiatif yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Keputusan ini diumumkan melalui akun media sosial resmi Kementerian Luar Negeri RI pada Kamis (22/1/2026). Indonesia bergabung bersama tujuh negara mayoritas Muslim lainnya, yaitu Arab Saudi, Qatar, Turki, Mesir, Yordania, Pakistan, dan Uni Emirat Arab, dalam sebuah pernyataan bersama yang menegaskan dukungan terhadap upaya perdamaian yang dipimpin Trump.
Keterlibatan Indonesia dalam dewan ini berfokus pada tujuan utama mendukung Rencana Komprehensif untuk mengakhiri konflik Gaza, yang sejalan dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803. Kemenlu RI menyatakan bahwa partisipasi ini bertujuan mendukung pembentukan pemerintahan transisi, mengonsolidasikan gencatan senjata permanen, serta membuka jalan bagi rekonstruksi Gaza dan perdamaian berkelanjutan yang berdasarkan hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri. Setiap negara anggota akan menandatangani dokumen keikutsertaan sesuai dengan prosedur hukum nasional masing-masing.
Inisiatif Dewan Perdamaian, yang pertama kali diusulkan Trump pada September lalu, awalnya dirancang untuk mengawasi pembangunan kembali Gaza namun memiliki mandat yang lebih luas sebagai badan pembangun perdamaian untuk menangani konflik global lainnya. Hingga saat ini, sekitar 30 hingga 35 pemimpin dunia dari sekitar 50 negara yang diundang telah menyatakan kesediaan bergabung. Negara-negara seperti Israel, Kosovo, dan Hungaria juga termasuk yang telah menerima undangan, sementara sejumlah sekutu tradisional AS di Eropa seperti Prancis, Norwegia, dan Swedia menyatakan penolakan atau keraguan.
Indonesia Resmi Gabung Dewan Perdamaian yang Digagas Presiden AS Trump
Arumi Nasha Razeta
22 January 2026 13:25 WIB
Tentang Penulis
Arumi Nasha Razeta
Administrator di Berita Trending
Kata Kunci
perdamaian
dewan
negara
indonesia
trump
menyatakan
resmi